Sepasang Harimau Sering Terlihat di Benteng Bekas Pabrik Tji Boendar Sukabumi

Kabupaten Sukabumi – Siapapun yang sering melintas di ruas Jalan Kadudampit-Cisaat pastinya sudah tak asing lagi dengan keberadaan sebuah bangunan kuno menyerupai sebuah benteng pertahanan. Dari kontruksinya terlihat bangunan buah karya arsitektur gaya Eropa itu masih berdiri tegak.

Di pertengahan sawah yang terletak tidak jauh dari jalan Kadudampit tepatnya di Kampung Cibunar, Desa/Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi.

Menjelang akhir pekan, di area bangunan terpisah dari pemukiman warga itu sering di dikunjungi oleh warga sekitar hingga luar daerah yang penasaran melihat lebih dekat. Kadang mereka berswafoto berlatar bangunan kuno ala eropa itu.

Dari penuturan beberapa warga menyebutkan, bangunan tersebut ternyata bekas pabrik yang bernama Tji Boendar seperti pada tulisan ejaan lama yang tertera di gerbang yang sudah berdiri sejak zaman kolonial Belanda itu. Namun yang masih tersisa, hanya sebuah bangunan yang menyerupai benteng pertahanan.

Seperti disebutkan Iis, warga setempat mengatakan tempat itu masih banyak menyimpan cerita misteri. Hal itu tampak dari kesan angker ketika memasuki area bangunannya membuat berdiri bulu kuduk. Pasalnya di tempat tersebut sering terjadi penampakan seperti sepasang harimau berwarna putih dan kuning keemasan.

Perempuan berusia 52 tahun itu mengaku dipercaya menjaga bangunan itu secara turun temurun. Dengan wajah meyakinkan dia menjelaskan, beberapa tahun lalu memang sering terjadi peristiwa mistis, dia mencontohkan, ada sekumpulan remaja yang sedang tidur terlelap di halaman depan rumah yang jaraknya tidak jauh dari bangunan itu, lalu di kejutkan dengan penampakan dua ekor harimau, yang berasal dari bangunan tersebut.

“Tidak jauh dari bangunan itu, ada sebuah rumah yang sering dijadikan tempat latihan kelompok drumband. Seusai latihan mereka bermalam disana. Esoknya para remaja itu bercerita kepada saya pada tengah malam mereka ketakutan karena dikejutkan dengan penampakan sosok dua ekor harimau, yang satu putih dan satunya lagi berwarna kuning keemasan,” tutur Iis saat ditemui dirumahnya yang berdampingan dengan bangunan Tji Boendar.

Cerita itu baginya sudah tidak asing karena menurutnya makhluk tersebut baik dan hanya menampakan sosoknya saja tidak sampai menggangu atau membahayakan warga yang melihatnya.

“Tapi makhluk itu baik, tidak penah sampai mencelakakan. Jika makhluk itu menampakan wujudnya, hanya ingin mengingatkan yang melihatnya agar saat latihan harus berhenti dulu di waktu menjelang shalat magrib. Untuk yang asyik selfie di bangunan itu harus menjaga prilaku dan ucapan santun. Tapi kalo sompral (tidak beretika) ia akan menampakan wujudnya,” tandasnya.

Reporter: M. Rizky
Editor: Agung Sugiharto