Sosok Algojo Ini Penunggu Sumur Tua

PENGARUH masa kolonial Belanda ternyata masih sangat terasa hingga kini. Hadirnya sejumlah bangunan tua bersejarah nan angker, jadi bukti eksistensinya.

Bahkan, tak hanya bersejarah, bangunan yang juga menjadi saksi sejarah Kemerdekaan Indonesia, menyimpan banyak kisah mistis. Kebanyakan datang dari kesaksian orang yang lekat dengan bangunan tersebut.

Saking angkernya, konon sering muncul penampakan mahluk-mahluk halus ! Tak heran, selain sejarahnya, banyak orang yang berkunjung ke bangunan-bangunan ini untuk berburu sensasi mistisnya.

Seperti salah satu bangunan tua peninggalan kolonial Belanda yang ada di wilayah Cianjur, menyimpan cerita mistik. Berlokasi di Kampung Selajambe RT 03/03 Desa Selajambe, Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur, bangunan yang kini tanpa penghuni tersebut, dulunya pernah menjadi tempat ruang tahanan hingga pembantaian pada masa penjajahan Belanda.

Meski bangunan tua dan terlihat tak terurus dan penuh dengan aura mistik, namun lakosi tersebut menjadi andalan warga sekitar lantaran dengan airnya. Karena, tepat di belakang bangunan tersebut terdapat sumur tua yang hingga saat ini air nya tak pernah kering.

Tapi siapa sangka, di balik suburnya air sumur tersebut, kabarnya sesosok pria tinggi besar berambut panjang dengan tubuh penuh tato dengan membawa sebilah Gobang (Golok besar) sering menampakan diri! Penasaran dengan ceritanya ?

Sejak dulu, warga sekitar yang mayoritas tidak memiliki kamar mandi, selalu membawa air di sumur dekat bangunan tersebut. Bahkan, selain di sekitar gedung, warga di luar kampong pun pernah mengambil air di sumur tersebut.

Pada suatu masa, sejumlah sumur yang ada di sekitar lokasi pernah terjadi kekeringan karena tepat musim kemarau. Namun anehnya, sumur tua di dekat bangunan air nya tetap subur bahkan, makin banyak. Sehingga, wajar jika sumur tersebut menjadi andalan warga sekitar.

“Sejak dahulu sumur tua itu hingga kini belum pernah mengalami kekeringan, bahkan di saat musim kemarau,” kata anah (38) salah seorang warga yang tinggal tidak jauh dari sumur tua tersebut.

Dia mengungkapkan, selain keanehan tak pernah surutnya air di sumur tersebut, juga soal mistiknya. Pernah suatu malam dirinya melihat sesosok seperti algojo dan bertampang seram berada di depan sumur tua, seperti sedang berjaga sambil mondar mandir.

“Waktu malam hari saya pulang dari warung, pas melewati sumur itu saya melihat seorang pria seperti algojo, tampangnya sangat seram dan membuat merinding. Sehingga saya langsung berlari masuk ke rumah,” ungkap dia yang mengaku sempat ketakutan.

Konon, berdasarkan cerita sesepuh dulu, tempat yang kini milik PT KAI tersebut, dulunya pernah menjadi tempat ruang tahanan hingga pembantaian pada masa penjajahan. Disekelilingnya terdapat pohon dan rumput-rumput tinggi besar.

Salah seorang warga sekitar yang pernah dicerikatan leluhurnya, Ujang Miftah (47), bahwa dahulunya bangunan tersebut memiliki tiga ruang penjara, satu bangunan tempat tinggal serta sumur tua. “Memang benar adanya algojo penunggu sumur itu, karena dahulunya algojo tersebut membantai para tahanan dan dibuang ke sumur itu,” katanya.

Sehingga, kata Ujang, tak heran jika sesosok algojo tersebut menampakan dirinya. Meskipun tidak mengganggu tetapi bagi orang baru yang datang ke tempat itu pasti merasa takut. “Algojo tersebut kadang menampakkan dirinya tidak sendiri, kadang didampingi seekor harimau putih,” ujarnya.

Namun, dengan berjalannya waktu, tempat yang dulunya ditakuti, kini sudah ramai dan dihuni warga. “Kalau ruang bekas tahanan sih sudah ditempati salah seorang warga, tapi untuk bangunan rumah sejak salah seorang mandor pensiun sekitar empat tahun lalu sudah tidak ada yang merawat dan dibiarkan terbengkalai dan hancur,” tuturnya.

Kini, sumur tua tempat bersemayamnya algojo di manfaatkan warga sekitar untuk keperluan sehari-hari. “Disamping sumur warga membuat kamar mandi sehingga bisa dimanfaatkan. Penampakan Algojonya sendiri sudah jarang terdengar, mungkin suasananya yang sudah ramai,” pungkasnya. ***