Sosok Kepala Tanpa Badan Gentayangan di Gudang Citepus Palabuhanratu

BEBERAPA waktu lalu, Hasan Basri penjaga keamanan, dan saat itu ditugaskan untuk menjaga Gudang Pupuk di Kampung Cibolang RT 03/02, Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi.

Hampir satu tahun bekerja, pria berusia 53 itu melakukan aktivitas seperti biasa, baginya apapun pekerjaannya selama dilakoni dengan tekun dan bertanggung jawab akan membuahkan hasil untuk mencukupi kebutuhan keluarganya.

Tugas menjaga keamanan di pabrik hampir setiap hari, siang dan malam dia jalani. Baik di dalam maupun di luar pabrik yang dikelilingi pagar tembok pembatas.

Mamasuki tahun kedua, di suatu malam saat dirinya terlelap tidur, kaget dan terbangun karena mendengar suara aneh dari luar pabrik. Saat dilihat jam dinding yang ada di dalam ruangan menunjukan pukul 01.00 WIB, dan dia pun keluar ruangan gudang untuk mengecek dan mencari sumber suara tersebut.

“Waktu saya keluar ruangan, dan tepat di dekat tembok pagar, muncul seperti bentuk kepala perempuan tanpa badan berambut sebahu, melayang mengitari pagar dan terus bergeser layaknya kepala manusia berjalan,” terang Hasan sambil memperagakan saat kejadiannya.

Saat itu, dia mencoba mengendalikan rasa takut sambil bersandar pada dinding tembok agar tidak lari. Namun, tetap saja rasa takut itu muncul hingga dengkulnya terasa lemas. Tanpa disadari mahluk itu hilang entah ke arah mana.

“Setelah melihat sosok tersebut, malam itu bagi saya terasa panjang, lama sekali nunggu azan subuh dan hingga pagi hari tidak bisa lagi memejamkan mata,” keluhnya.

Alhamdulillah, akhirnya pagi pun tiba. Hasan bergegas dan bersiap untuk pulang ke rumah yang lokasinya tidak jauh dari gudang.

Karena penasaran, Hasan pun berniat menceritakan kejadian yang telah dirinya alami. Kemudian Hasan pun berangkat menemui kakeknya dan menceritakan kejadian yang dialaminya malam tadi.

“Setelah saya bercerita ke kakek, ternyata kakek juga mengetahui cerita dulu. Bahwa disekitar lokasi yang sedang dibangun gudang itu ada peristiwa pembantaian, salah satu korbannya seorang remaja putri berusia sekira 29 tahun, dipenggal dan dipisahkan antara kepala dan tubuh korban,” tutur Hasan yang mencoba mengaitkan cerita sang kakek dengan kejadian yang dialaminya.

Hari berikutnya, Hasan pun bekerja seperti biasa menjaga gudang tersebut. Namun, didalam hatinya bercerita setelah mendengar kisah dari kakeknya, apabila melihat mahluk itu, dia bertekad harus bisa mengendalikan rasa takut, sebab kalau sampai lari, dirinya akan kehilangan perkerjaannya.

“Saat itu, saya tengah berwudlu dan merasakan ada tanda-tanda mahluk aneh itu datang, saya berusaha konsentrasi bersuci dan pura-pura tidak melihatnya. Sampai selesai shalat isya tidak terlihat lagi bayangan kepala mengerikan itu,” ujarnya yang ditemui Masaginews.com di kediamannya. Kamis (17/10/19).

Kabar kemunculan mahluk misterius itupun menyebar di kampung Cibolang, ada yang merasa takut, namun ada pula yang penasaran ingin membuktikan dengan melihat langsung.

“Menjelang waktu magrib, tetangga dekat rumah saya bernama Iis datang ke pabrik, dia penasaran ingin melihat sosok mahluk yang ramai diperbincangkan itu. Saya bilang nanti ketika kamu pulang dari mahluk itu akan ikut sampe rumah kamu loh,” bebernya sambil guyon.

Ternyata benar, setelah magrib di rumah kontrakan Iis sudah ramai dipenuhi warga. Kabarnya Iis pingsan setelah didatangi wujud kepala tanpa badan itu.

Selain kejadian yang menimpa Iis, penampakan kepala tanpa badan juga dialami oleh tetangganya, yakni Asep Saeban yang tinggal beberapa rumah dari kediamannya. Asep yang dikenal sebagai ustadz itu juga penasaran dengan kejadian aneh yang telah dirinya alami.

“Malah Asep nantang, mana coba kalo benar saya ingin lihat,” katanya menirukan kalimat Asep.

Setelah beberapa lama, berita tentang munculnya mahluk itu pun makin menyebar. Masih melekat dalam ingatan Hasan, pada bulan ramadan setelah buka puasa, dijalan Hasan bertemu Asep dan menyampaikan keinginan melihat mahluk seram.

“Setelah saya tiba di gudang ada kabar Asep ketakutan setelah diikuti mahluk itu, dan dia berusah mengusirnya dengan tongkat,” kata Hasan sambil mengernyitkan dahinya.

Berjalannya waktu, makin kesini mahluk itu jarang menampakkan bahkan tidak ada lagi muncul, lama kelamaan wargapun tak pernah membicarannya, tapi akan tetap mengingat kejadian aneh itu. ***