Tiga Hari Diculik Wewe Gombel, Bocah Ditemukan Tergeletak

Tiga Hari Diculik Wewe Gombel, Kabupaten Sukabumi – Kejadian anak yang hilang beberapa waktu lalu, kejadian itu dipercaya warga telah diculik oleh mahluk gaib, yakni Wewe Gombel.

Wewe gombel adalah hantu atau makhluk halus yang senang menculik anak anak. Banyak kejadian anak kecil yang hilang terutama di waktu magrib, karena di culik oleh wewe gombel.

Seperti yang dituturkan Ayi, saat itu waktu menunjukan pukul 18.00 WIB atau waktu magrib. Ada seorang nenek hendak mengambil air wudhu disalah satu WC umum di Kampung yang terletak didalam hutan cagar alam Tangkuban Parahu, di Kampung Batusapi, Kelurahan/Kecamatan Palabuhanratu.

Ketika akan mengambil air wudhu, nenek itu diikuti oleh cucunya bernama Rifa,
“Cucunya mengikut nenek itu saat magrib sekitar pukul 18.00 WIB,” ujar salah seorang warga yang juga saksi saat kejadian hilangnya si anak.

Mendekati tempat yang dituju sang nenek, lanjut pria berusia 47 itu, tiba-tiba Rifa hilang tanpa sepengetahuan neneknya.

“Sang nenek merasa kebingungan dan kaget karena cucunya tiba-tiba hilang entah kemana. Nenek itu bergegas pulang untuk meminta pertolongan warga,” ujarnya.

Tanpa pikir panjang, warga pun beramai ramai mencari anak berusia 3 tahun itu. Tiap semak bulukar disisir, setengah bagian hutan sudah ditelusuri namun anak itu tidak ada tanda-tanda ditemukan.Pencarian diperluas hingga seluruh hutan seluas 20 hektar itu dirambah.

Memasuki hari kedua pencarian, Rifa belum juga ditemukan. Sebagian warga menduga Rifa hilang diculik kalong wewe.

Namun dalam masa pencarian, banyak warga termasuk pengendara yang melintasi jalan cagar alam mengaku, sering melihat sosok anak yang berjalan di sekitar Cagar Alam, bahkan, ada juga yang mengaku melihat sosok anak yang bergelantungan di atas pohon di siang bolong.

Tepat di akhir pencarian hari ke tiga, Rifa berhasil ditemukan warga dalam posisi tergeletak tertutup rimbunnya pohon honje.

“Pas ketemu itu sudah dalam keadaan tergeletak, dibawah pohon teureup yang tertutup tumpukan daun honje,” tuturnya.

Peristiwa itu terjadi 12 tahun silam. Kini, Rifa sudah remaja dan melakukan aktivitas seperti lazim anak seusianya. (M Rizal Jalaludin)