Wow! Ini Sosok “Penunggu” Gudang Rel Kereta Api di Cianjur

STASIUN Kereta Api (KA) yang berfungsi sebagai pemberhentian kereta saat hendak mengangkut penumpang, tidak luput dari kisah – kisah mistis yang menyeramkan.

Di Indonesia sendiri, ada banyak stasiun kereta api yang konon merupakan bangunan peninggalan zaman kolonial belanda, terutama di Pulau Jawa, yang terkenal menyimpan mistersi dengan nuansa angker dan kisah seramnya masing – masing.

Selain merupakan bekas bangunan lama, kejadian  – kejadian aneh serta aneka peristiwa kecelakaan yang melibatkan stasiun tersebut, konon menjadi kisah misteri yang melekat hingga saat ini.

Seperti di Stasiun KA Cianjur yang terletak di Kelurahan Sayang Kecamatan/Kabupaten Cianjur, yang memiliki sejumlah misteri. Di lokasi stasiun kebanggaan warga Cianjur ini terdapat beberapa bangunan peninggalan bersejarah yang dibangun sejak jaman kolonial Belanda.

Meski sudah berusia ratusan tahun bangunan arsitektur model Eropa itu masih berdiri dan hingga kini masih digunakan, terutama oleh masyarakat yang menggunakan moda transportasi kereta api.

Namun, sekarang bukan membahas stasiun, melainkan bangunan tua peninggalan belanda yang digunakan untuk tempat penyimpanan rel dan barang lain milik PT. KAI yang sudah lama tersimpan.

Gudang ini berada di area staiun disebalh timur yang kondisinya tidak terawat. Terlihat, pada bagian atap sudah tidak ada penutup atapnya, dinding tembok sudah terkelupas bahkan rumput liar tampak sudah mejalar pada dinding tembok gudang tersebut, sehingga menambah kesan bangunan tersebut angker.

Tak salah, banyak warga yang menyaksikan kejadian aneh saat melintasi bangunan menyeramkan itu.

Seperti warga sekitar bangunan, bernama Aditya (30) tinggal di Gang anggrek, yang pernah melihat sosok wanita berjubah putih berdiri tepat di depan pintu gudang tua itu. Saat itu, dirinya tengah mengendarai sepeda motornya, dan merasa ada hal yang aneh saat melintas.

Karena penasaran, dirinya menghampir sosok tersebut, dan seketika sosok yang dilihat wanita berbaju putih itu menghilang dari penglihatannya.

“Saat itu saya baru pulang dari Bandung pakai sepeda motor sekitar pukul 23.00, pas lewat gudang tua itu terlihat jelas tersorot lampu motor ada sebuah bayangan menyerupai wanita berjubah putih dengan rambut panjang terurai, berdiri tepat di depan pintu gudang. Karena penasaran saya menghampiri pintu gudang itu, namun sosok wanita itu sudah hilang,” tutur Adit.

Selain dirinya, warga penghuni sekitar stasiun sering melihat penampakan sosok misterius itu muncul. Bahkan saat tengah malam kerap kali terdengar suara-suara aneh berasal dari dalam gudang.

“Seperti suara rel kereta api yang sedang dipukul menggunakan palu terdengar berulang kali,” tuturnya mencontohkan.

Konon, dukunya di jembatan rel yang letaknya tidak jauh dari stasiun, pernah terjadi aksi bunuh diri yang dilakukan oleh seorang wanita paruh baya.

“Menurut cerita warga setempat sosok wanita berjubah putih itu adalah ditenggarai sebagai arwah gentayangan dari wanita yang melakukan bunuh diri dan menghuni gudang tua tersebut,” ujarnya.

Warga lainnya, Gugum (45) menuturkan hal serupa, saat dia sedang melakukan kegiatan ronda malam sekitar pukul 01.00 dini hari. Bersama tiga rekannya, sebuah pos kamling yang tepat berada di depan gudang tua itu, dirinya pernah melihat sosok serupa muncul di jendela gudang.

“Kalau suara-suara aneh sering terdengar dari dalam gudang, kaya ada orang yang lagi mukulin rel kereta pakai palu. Nah pas waktu saya ronda malam ditambah hujan gerimis, nampak terlihat sosok wanita berjubah putih dengan rambut panjang sambil menundukan kepalanya diam di jendela gudang, pas saya sorot menggunakan lampu senter, langsung hilang,” ungkapnya seraya menunjuk ke sebuah jendela.

Seiring berjalannya waktu, sambung Gugum, bagi warga sekitar bunyi-bunyian tengah malam itu dianggap hal biasa, namun bagi orang luar yang tidak tahu asal-usulnya menjadi persoalan serius atau bahkan mengundang rasa penasaran seperti yang kejasian yang dialami Aditya dulu.

Kini, bangunan peninggalan zaman dulu yang sudah berusia puluhan tahun itu masih kokoh, meski sudah tidak dipakai. ***