Sani, Anak Buruh Serabutan Yang Berhasil Antarkan Timnas Juarai AFF

Kabupaten Sukabumi – Sani Rizki Fauzi (21) pemain Timnas U-22 Warga Kampung Kongsi, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi yang juga anggota Brimob Polda Metro Jaya sekaligus pemain Bhayangkara FC ternyata anak buruh serabutan.

Dari penelusuran Masaginews.com, Sani yang merupakan anak pasangan dari Edi Riyadi (49) dan Ida Kusumawati (47). Ayahnya bekerja sebagai buruh serabutan dan terkadang mengojek. Sementara ibunya hanya sebagai petugas kebersihan (cleaning service) di salah satu bank di Kecamatan Cicurug.

Namun keterbatasan ekonomi tidak mengurangi niat Sani untuk menjadi pemain sepakbola profesional dan ternyata cita-citanya tersebut terwujud. Pada Selasa (26/2) malam waktu Kamboja, Sani berhasil menyumbangkan satu gol ke gawang Thailand dan mengantarkan Timnas Indonesia menjuarai AFF U-22.

Ida Kusumawati mengatakan anak keduanya tersebut lahir pada 7 Januari 1998. Sani awalnya menjalani sekolah selama dua tahun di SMAN 1 Cicurug kemudian melanjutkan ke Pusat Pendidikan Latihan Pelajar (PPLP) Ragunan, Jakarta Selatan saat kelas XII.

“Lulus dari PPLP Ragunan, Sani diterima sebagai siswa kepolisian di SPN Lido. Setelah menempuh pendidikan kepolisian selama 7 bulan, anak saya dilantik menjadi anggota Brimob Polda Jabar pada 7 Maret 2017 dengan pangkat Bripda,” katanya kepada Masaginews.com.

Lanjut dia, bakat Sani untuk menjadi pesepakbola profesional sudah terlihat dari usia dua tahun. Kemudian keahliannya tersebut berkembang dan mendapatkan berbagai prestasi seperti menjadi pemain terbaik kejuaraan sepakbola anak usia 12-13 tahun tingkat Kota dan Kabupaten Sukabumi kemudian menjadi The Best Winner Futsal SMA IT Muhammadiyah Cicurug.

Prestasinya terusnya berkembang, sejak SMP dan SMA dan mendapatkan beasiswa olahraga sepakbola. Sebagai orangtuanya dirinya tentunya bangga dengan prestasi yang ditorehkan anaknya yang sudah mengharumkan nama bangsa Indonesia di kancah sepakbola tingkat Asean tersebut.

Ida pun tak henti-henti meneteskan air mata kebahagiannya saat melihat pemain Timnas dengan nomor punggung 23 tersebut melesatkan gol indah ke gawang Thailand pada menit 58. Sontak saat warga dan keluarga Sani pun girang melihat performanya di lapangan yang membawa Timnas menjadi juara AFF U-22.

“Sehari hari pekerjaan saya hanya sebagai petugas kebersihan di salah satu bank, sementara suami hanya menjadi buruh serabutan, kadang ngojeg dan bantu-bantu kalau ada panggilan. Tentunya di tengah keterbatasan ekonomi, kami bangga atas prestasi anak saya itu,” ujarnya.

Saat ini orang tua dan Sani tinggal di rumah gadaian yang sederhana di wilayah Kecamatan Cicurug. Bahkan warga sekitar pun sudah mempersiapkan berbagai acara untuk menyambut pahlawan bagi Timnas Indonesia.

Reporter: Irfan Rifaudin
Redaktur: AR. Rochman