PU – Perusahaan Patungan Perbaiki Jalan Sunggapan

Masaginews.com – Aksi protes warga Sunggapan, Desa Bojong, Kecamatan Cikembar, terkait kondisi jalan rusak dengan menanami pohon pisang dan berbagai barang lainnya yang sengaja warga lakukan sebagai bentuk protes terhadap pemerintah.

Kekesalan warga memuncak sampai membakar ban bekas ditengah jalan rusak tersebut dan mendatangi kantor desa setempat untuk menyampaikan aspirasinya.

Kedatangan perwakilan warga tersebut langsung disambut oleh perwakilan dari Dinas Pekerjaan Umum (PU), unsur Muspika Cikembar serta pihak perusahaan PT Jati Kawi Mandiri (PT JKM) yang diduga selalu lalu lalang kendaraan truknya.

“Hasil musyawarah antara warga, PT JKM serta PU Kabupaten Sukabumi yang difasilitasi oleh desa sudah ada hasilnya,” kata Kepala Desa Bojong, Asep Setiawan kepada masaginews.com, Kamis (3/5).

Hasil musyawarah tersebut, sambung Asep, pihak PT JKM bersedia menyiapkan material pembangunan jalan, lantaran ketiadaan anggaran pemerintah di tahun 2018 ini. Sedangkan PU menyediakan kendaraan beserta tenaga ahlinya.

“Tenaga kerja difasilitasi desa beserta warga yang bersedia secara sukarela untuk melakukan perawatan jika jalan sudah terlihat bagus,” imbuhnya.

Meski bukan kewenangan desa, Asep menegaskan akan melakukan imbauan kepada perusahaan agar kendaraan yang melintas tidak melibihi tonase yang ditentukan. “Kami juga imbau kepada masyarakat untuk mengedepankan musyawarah jika ada permasalahan,” tukasnya.

Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Peduli Lingkungan (FORMALIN), Lahudid kepada masaginews.com membenarkan, bahwa untuk tahun 2018 ternyata tidak ada anggaran. Dengan begitu, dilakukan perbaikan sementara dengan melibatkan berbagai pihak termasuk perusahaan setempat.

“Ya, hasil dari musyawarah seperti apa yang di katakan Pak Kades. Tapi kami sepakat seluruh pohon pisang yang berada di jalan akan dicabut jika material sudah ada di lokasi,” tandasnya.

Namun demikian, dia berharap pemerintah bisa prioritaskan perbaikan jalan ini dengan memasukan anggaran tambahan di tahun ini. “Semoga di tahun 2018 ini bisa dimasukan sebagai anggaran tambahan,” pungkasnya. (Ruslan Abdul Ghani)