Dituding Salah Satu Pengancam Presiden, Seorang Guru Asal Sukabumi Datangi Polresta Sukabumi

M Rizky
Reporter Kota Sukabumi

Kota Sukabumi – Para pengguna media sosial sempat heboh dengan adanya video ancaman pemenggalan kepala Presiden Jokowi pada Jumat 10 Mei 2019 lalu. Bahkan, salah satu wanita dalam rekaman yang ada di video tersebut diduga warga Sukabumi, yakni Agnes Kusuma Handari (53).

Dalam tudingan yang menyebut Agnes sebagai wanita yang merekam aksi penggal kepala Jokowi salah satunya disebarkan oleh akun Facebook bernama Relawan Jokowi Sejati. Dalam isi tersebut dituliskan, bahwa “Guru SDN Pakujajar Sukabumi. Gaji ke-13 jangan dikasih. Belum afdol kalau ibu perekam video ancaman pemenggalan kepala Presiden Jokowi ini juga belum diciduk”.

Karena beredar tudingan tersebut, Agnes yang berprofesi sebagai guru SDN Citamiang 1 Sukabumi, mendatangi Polresta Sukabumi untuk mengklarifikasi masalah tersebut.

Agnes menyampaikan, bahwa dirinya merasa resah atas tudingan tersebut. Agnes merupakan Warga Perum Babakan Asri, RT 28/10, Kecamatan Babakan, Kabupaten Sukabumi, yang juga sebagai wali kelas VI di SDN Citamiang.

Kapolresta Sukabumi, AKBP Susatyo Purnomo Condro menjelaskan, bahwa tudingan yang ada di medsos tersebut tidak benar. “Saya bisa pastikan bahwa yang dituduhkan netizen tersebut tidak benar,” tegas kapolres.

Agnes, kata kapolres, dengan sukarela datang ke polres untuk mengklarifikasi masalah terkait aksi di Jakarta pada Jumat lalu.

Berdasarkan hasil bukti dan penyelidikan yang di lakukan oleh jajarannya, kata kapolresta, bahwa pada saat kejadian Agnes sedang melakukan kegiatan proses mengajar di sekolahnya.

“Sesuai hasil keterangan, pada hari Jum’at tersebut ibu agnes sedang mengajar di salah satu sekolah dasar yang berada di kota Sukabumi. Bahkan disertai dengan berbagai bukti bahwa Ibu Agnes tidak berada di Jakarta,” Bebernya.

Sementara, Agnes Kusuma Handari memastikan, jika dirinya pada hari Jumat tidak sedang ada di Jakarta.
“Terkait video yang beredar dan menjadi viral, pada saat ini saya pastikan bahwa itu bukan saya, sama sekali berbeda. Karena pada saat itu, hari Jum’at tanggal 10 mei 2019, saya sedang mengajar di sekolah seperti biasa. kemudian saya pulang juga seperti biasa,” Pungkasnya. (*)