Gegara Beda Pilihan Capres, Oknum Guru Ngaji Tega Keluarkan Muridnya

Ilustrasi/Net

Kota Bogor – Seorang remaja tanggung asal Kelurahan Kebon Pedes, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, terpaksa harus berhenti menimba ilmu agama akibat dikeluarkan oleh guru ngajinya. Tindakan sang guru tersebut diduga dilakukan hanya karena dipicu perbedaan pilihan politik untuk Pilpres 2019 mendatang.

Berdasarkan video yang beredar di media sosial instagram yang diunggah oleh akun @dozeromillenial, orang tuanya mengaku anaknya dikeluarkan dari pengajiannya karena dipicu perbedaan pilihan politik.

Menanggapi hal itu Tokoh ulama Jawa Barat, K.H Ahmad Mukri Aji mengatakan tidak seharusnya seperti itu. Dinamika politik menjelang Pilpres ini, hendaknya jangan sampai menghancurkan hubungan guru dengan muridnya atau siapapun.

“Karena beda pilihan kemudian sampai mengorbankan muridnya, itu merupakan tindakan yang sangat merugikan. ,” tuturnya saat dihubungi melalui sambungan telephone, Selasa (19/3/2019).

Ia pun menegaskan, jangan karena pilihan berbeda anak menjadi korban, pasalnya semua warga Negara Indonesia mempunyai hak politik, baik yang masih remaja atau yang sudah dewasa dan itu harus melaksanakan hak politik.

“Tentang siapa yang mau dipilih apalagi nanti calon presiden atau wakil presiden kembali ke istikharah masing masing,” tegasnya. (Ton)