Info Air Laut Surut Hoax, Warga Diimbau Tetap Tenang

Kabupaten Sukabumi – Beberapa saat setelah terjadi gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,4 hingga berpotensi tsunami membuat warga sekitar pantai Citepus panik dan berbondong-bondong mulai mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Wahdah (19), warga Citepus mengaku panik karena khawatir adanya bencana tsunami. Hal tersebut dikarenakan adanya informasi yang beredar bahwa air laut sudah mulai surut sekitar lima meter.

Namun sayangnya informasi terkait air laut yang surut tersebut tidak bisa dipertanggungjawabkan alias hoax. Kapolres Sukabumi, AKBP Nasriadi mengatakan hingga kini tidak ada air laut di wilayah selatan Sukabumi yang surut ataupun pasang.”Informasi yang beredar itu tidak benar karena syukurlah wilayah Sukabumi ini aman,” jelasnya kepada warga.

Sementara itu, untuk memastikan keamanan air laut Palabuhanratu, Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Sukabumi memantau langsung kondisi air laut Palabuhanratu tepatnya di area Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu (PPNP) Jumat (02/08) sekira pukul 20.34 WIB.

Staf Bidang Pengendalian Operasi dan Sarana Prasarana Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Sukabumi Dimas Guruh Saputra mengatakan, kondisi air laut Palabuhanratu terpantau aman tidak terjadi penyurutan dan gelombang tinggi.

“Kondisi air laut aman, kalau ada yang mengabarkan kondisi air laut naik itu hoax. Kami mengimbau bagi warga yang meninggalkan rumah atau mengungsi jangan lupa mengunci rumahnya dan jangan panik,” ungkapnya. (M. Rizal Jalaludin)