Ini Pengakuan Orang Tua Korban Terseret Ombak di Palabuhanratu

Kabupaten Sukabumi – Kesedihan menyelimuti pihak keluarga Farel Dwi Cahyo (13)  korban hilang setelah terseret ombak pantai Karangsari Palabuhanratu yang terjadi dini hari tadi.

Setelah mendapat kabar Farel hilang, pihak keluarga mengaku kaget karena korban minta ijin akan menghadiri pengajian bersama temen-temannya.

“Menjelang magrib kemarin Farel minta ijin akan hadir di pangajiian, seperti biasa dia memekai kemeja, peci dan ber sarung,” tutur Frangky Kristanto ayahanda Farel kepada Masaginews.com melalui telepon selulernya. Jumat (10/04/2020).

Namun, Frangky merasa kaget setelah pagi tadi dihubungi pihak Satpolair Polres Sukabumi bahwa anaknya hilang terseret ombak di Palabuhanratu.

“Sangat kaget ketika ada telepon yang menyebutkan putra saya hilang dipantai,” ungkapnya dengan suara terbata-bata.

Frangky juga masih diliputi rasa bingung karena saat ini kondisi kediamannya di Kampung Laladon Gang H. Said Desa Pagelaran Kecamatan Ciomas Kabupaten Bogor masih memberlakukan pembatasan sosial akibat pandemi covid-19.

“Kami hanya bisa menunggu kabar dari pihak aparat di Palabuhanratu, jika ada kabar ditemukan kami baru mau kesana,” katanya.

Diketahui, Farel yang tercatat sebagai salah satu siswa SMP di Ciomas bersama 15 temennya tiba di Palabuhanratu pukul 02.00 dini hari. Setelah beristirhat di masjid, kemudian dia bersama rombongannya menuju pantai Karangsari. Pukul 03.00 farel dan Robby mandi di area dermaga regiona Karangsari padahal temanya melarang mandi tapi larangan itu tidak di indahkan. keduanya kemudian hanyut terseret atus ombak.

Hingga saat ini Sar gabungan masih melakukan pencarian terhadap kedua korban. ***