Mencekam, Polisi Uraikan Proses Evakuasi Korban Penambangan Emas Ilegal di Ciemas

Kabupaten Sukabumi – Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin menelan dua korban meninggal dunia karena diduga menghirup gas beracun di dalam lubang tambang di Kampung Pamoyanan, Desa Mekarjaya, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi pada Minggu (10/03) sekira pukul 09.00 WIB.

Dua orang penambang ilegal yang menjadi korban tersebut adalah Rahmat (26) dan Suhendar (25). Nyawa keduanya tak tertolong meski sebelumnya rekan sesama penambang dibantu warga sempat melakukan penyelamatan kedalam lubang maut tersebut.

Kapolres Sukabumi, AKBP Nasriadi menguraikan upaya evakuasi yang dilakukan para saksi di lokasi untuk menyelamatkan kedua korban tersebut.

“Sebelumnya beberapa saksi sempat melakukan penyelamatan dengan memasang alat blower kedalam lubang untuk menyingkirkan gas beracun selama sekitar satu jam. Namun upaya tersebut gagal karena korban sudah ditemukan tak bernyawa di dalam lubang itu,” jelasnya.

Selanjutnya kedua korban tersebut ditemukan nyaris saling tindih saat para saksi turun ke dalam lubang maut itu untuk melakukan evakuasi jenazah. Setelah berhasil terangkat, kedua jenazah tersebut diserahkan kepada keluarga masing-masing.

Sebetulnya sudah ada peringatan larangan dari pihak kepolisian, namun nyatanya hal tersebut tidak dihiraukan oleh warga hingga tetap melakukan penambangan emas ilegal selama bertahun-tahun.

Kini beberapa anggota kepolisian masih tetap berjaga di lokasi untuk menyelidiki peristiwa ini lebih lanjut. (*)