Warga Tangkap Babi Liar, Karena Masuk Permukiman

CIANJUR – Sejumlah warga di Kampung Kuta RT04/15 Desa Ciranjang, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur digegerkan dengan munculnya seekor babi hutan yang masuk ke permukiman warga.

Kemunculan seekor babi hutan ke permukiman warga tersebut, telah membuat beberapa warga resah, dan takut. Sejumlah warga pun terpaksa menangkapnya.

Ketua RT 04/15 Desa Ciranjang, Dede menngatakan, babi hutan tersebut sudah memasuki dan permukiman dan sudah hampir selama dua pekan terkahir. Warga pun terpaksa harus menangkapnya.

“Untuk menangkap seekor babi hutan berukuran besar itu warga terpaksa mengerahkan 50 ekor anjing pemburu. Dan akhirnya Babi seberat 80 kilogram itu ditangkap setelah masuk dan berkeliaran di permukiman warga,” ucapnya.

Hewan yang memiliki gigi taring tajam itu, kata Dede, diduga berasal dari kawasan hutan yang berada tidak jauh dari permukiman warga.

“Bobotnya mencapai 80 kilogram, sudah hampir dua pekan babi hutan ini sering berkeliaran masuk ke permukiman warga. Meresahkan, karena hasil palawija warga semua di rusak,” kata Dede, kepada wartawan, Jumat.

Sementara itu, seorang warga setempat Gimin, mengungkapkan masuknya babi hutan ke permukiman warga diduga karena mulai berkurangnya sumber makanan hewan itu di kawasan hutan.

“Tanaman jagung dan singkong saya sering diserang dan dirusaknya. Tapi sekarang, sudah tertangkap semoga saja tidak ada lagi yang masuk ke permukiman,” kata dia.

Dia dan sejumlah warga lainnya berharap, pihak intansi dan dinas terkait untuk segera mengantisipasi terjadinya hewan liar yang masuk ke permukiman warga.