Bawaslu Jabar Wanti-wanti Untuk Tidak Kampanye di Tempat Terlarang

Dok

Bandung – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jabar kembali mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam mengawasi setiap kegiatan kampanye yang terindikasi melakukan pelanggaran. Utamanya terkait lokasi kampanye di rumah ibadah, sarana pemerintah dan lembaga pendidikan.

Komisioner Bawaslu Jabar Bidang Humas dan Antar Lembaga, Lolly Suhenty mengaku peran serta masyarakat sangat membantu dalam terciptanya pemilu yang jujur dan transparan.

Karena itu ia menghimbau agar masyarakat tidak perlu takut untuk melaporkan setiap kegiatan kampanye yang terinidkasi melakukan pelanggaran. “Jangan takut, laporkan kepada Bawaslu, Panwas kota atau panwascam,” jelasnya.

Lolly mengatakan sedari awal pihaknya sudah gencar mensosialisasikan tentang berbagai hal mengenai larangan dan pelanggaran dalam pemilu, termasuk informasi seputar pelanggaran kampanye jika dilakukan di rumah ibadah, dan lembaga pendidikan, termasuk didalamnya adalah masjid dan pondok pesantren.

Dalam sepekan lalu, Bawaslu Jabar melalukan sosialisasi pengawasan pemilu partisipasi dengan peserta para santri se-Jabar. “Pesantren kan lembaga pendidikan nah itu saya sampaikan sebetulnya sebagai bagaian antisipasi meningkatnya kampanye ditempat terlarang mendekati hari pemilu,” papar Lolly.

Mengenai dugaan pelanggaran kampanye di rumah ibadah, menurut Lolly memang ada beberapa kasus yang dilaporkan yang masuk ke Bawalssu sampai Februari ini.

“Kami misalnya menerima laporan terkait dugaan pelanggaran di Kabupaten Bandung, Kota Bandung, Ciamis, Tasik dan di beberapa kabupaten kota, dan itu kasusnya ditangani oleh bawalsu di sentral Gakumdu, karenakan memang pasal yang dikenakan kalau melangar itu dia pidana pemilu masuknya,” ujar Lolly. (Ton)