Pelaksanaan Pemilu di Kota Sukabumi Kembali Menelan Korban Jiwa

Kota Sukabumi – Jumlah petugas Pemilu yang meninggal dunia di Kota Sukabumi semakin bertambah. Setelah sebelumnya seorang petugas KPPS, kemudian Andi (57) petugas pengamanan langsung, warga Kampung Pancuran Kembang RT 01/08, Kelurahan Gunungparang, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi menghembuskan nafas terakhirnya, Jumat (26/04).

Petugas pengamanan yang berjaga di TPS 13 tersebut sebelumnya sempat mengeluhkan sakit kepala dan kerap pusing. Namun karena keterbatasan ekonomi, dalam kondisi sakit tersebut ia tak melakukan pengobatan dan tetap menjalankan aktivitasnya membersihkan rumput di daerah Lembursitu hingga dkemudian meninggal dunia.

Komisioner Bidang SDM dan Sosialisasi, Ratna Istianah mengatakan korban meninggal dunia lantaran memaksakan bekerja dalam keadaan sakit tanpa melakukan pengobatan. “Menurut keterangan dari Lurah Cikole, korban meninggalnya saat sedang bekerja di sebuah kebun di Cikundul. Padahal saat itu sedang sakit kepala,” ujarnya.

Menurut informasi yang dihimpun, korban meninggalkan dua orang anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Selama ini korban tinggal tanpa istri dan hanya menempati sebuah gubuk milik oranglain.

“Selama ini korban memang bekerja serabutan dan hanya tinggal bersama kedua anaknya. Saat ini jenazahnya dimakamkan di Cikundul, dekat kediaman majikannya,” imbuhnya.

Menanggapi hal tersebut, Walikota Sukabumi, Achmad Fachmi mengaku turut prihatin. Sebab suksesnya Pemilu tak terlepas dari peran para petugas keamanan. Untuk itu pihaknya akan memberikan apresiasi dengan membiayai anak-anak yang ditinggalkan.

“Pemkot Sukabumi akan menanggung biaya sekolah anak-anak Pak Andi yang kini kehilangan orangtuanya. Hal ini dilakukan untuk menjamin masa depannya agar lebih baik,” katanya saat menyambangi rumah duka korban. (Ari)