Selasa, Agustus 21, 2018
Home > Berita Pilihan > Ribuan Buruh Ancam Duduki PT SCG

Ribuan Buruh Ancam Duduki PT SCG

Masaginews.com – Ribuan buruh yang tergabung dalam wadah Federasi Kehutanan, Industri umum, Perkayuan, Pertanian dan Perkebunan, Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (PK F HUKATAN-KASBSI) mengancam berunjuk rasa selama dua hari di PT Siam Cement Group (SCG).

“Kami sudah kesal dengan pola dan kelakuan pihak perusahaan asal Thailand tersebut, seperti beredar kabar bahwa pihak komite kontraktor SCG melakukan pemotongan invoice kepada pihak outsourcing,” kata ketua DPC F HUKATAN KSBSI KAB Sukabumi Nendar Supriatna kepada masaginews.com, Kamis.

Lanjut dia, obyek dari pemotongan tersebut adalah hak buruh yg meliputi upah lembur, BPJS, cuti dan lain – lain. Jika sampai ini diberlakukan maka bisa dibayangkan buruh mau makan apa.

Sudah kenaikan upah tidak sesuai dengan kebutuhan hidup mereka apalagi “digencet” perusahaan seperti ini, belum lagi masalah pembayaran alat kebersihan.

Dengan nasib buruh SCG yang seperti ini ia pun merasa miris, belum lagi di luar jam kerja mereka beserta keluarganya membuat alat kebersihan (sapu lidi), dengan harapan dapat mengurangi beban biaya hidup.

“Buruh mengadu ke kami sudah sekitar enam bulan tidak dibayar dari pekerjaan membuat sapu lidi di luar jam kerjanya. Sehingga buruh yang bekerja di SCG seperti diperbudak,” tambahnya.

Nendar berharap jika terdapat kebobrokan di management perusahaan jangan buruh yang jadi korban hanya diberi harapan palsu saja.

Belum lagi kasus kecelakaan kerja yang pihaknya mendapatkan informasi bahwa asisten manager produksi yang memberikan perintah hingga terjadi kecelakaan kerja tetap tidak bertanggung jawab.

Bahkan, ia menilai buruh yang bekerja di PT SCG seperti dianak tirikan. Maka dari itu, momentum perayaan Hari Buruh Sedunia ini pihaknya akan melakukan aksi keprihatinan dengan melibatkan sekitar 4 ribu buruh dari sembilan perusahaan yang tergabung dalam F HUKATAN KSBSI. (Ruslan)

REKOMENDASI:

KAPOLRES SUKABUMI AKBP. M SYAHDUDDI MELAKUKAN KONTROL KE POLSEK JAMPAN... Kapolres sukabumi AKBP. M. SYAHDUDI melakukan kontrol Polsek Jampang kulon selasa (13/06) , dalam kesmpatan kontrol dipolsek Jampang kulon Kapolres Sukabumi memberikan arahan kepada Kapolsek Jampang kulon. kegiatan ini b...
FAHAM DATANGI RUMAH KETUA MUI JELANG DAFTAR KE KPU KOTA SUKABUMI Masaginews.com - Jelang daftar ke KPU Kota Sukabumi, calon wali kota dan wakil wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi-Andri Setiawan Hamami (Faham) mengunjungi sejumlah tokoh masyarakat, Rabu (10/1). Pasangan yang diusung du...
Diterjang Gelombang Pasang “Pasar Monyet” Palabuhanratu Te... Kabupaten Sukabumi - Bencana gelombang pasang yang mengahantam serta meluluh lantahkan pesisir pantai selatan Kabupaten Sukabumi ternyata tidak memberikan efek jera kepada para penghuni dan pelanggan "Pasar Monyet" Palab...
Al Munawaroh, Masjid Peninggalan Belanda Yang Menjadi Gudang Senjata Masaginews.com - Al Munawaroh, nama masjid tua di kampung Cijarian Pandai, Desa Cipetir, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi. dibangun pada masa penjajahan kolonial Belanda. Konon, Masjid yang bergaya arsitektur ...
Ditemukan dalam Kotak Sepatu, Vas Kuno Ini Bernilai Rp260 Miliar Masaginews.com - Vas bunga berasal dari Cina abad ke-18 ditemukan di dalam kotak sepatu yang tersimpan di dalam loteng rumah di Prancis. Siapa sangka, ternyata vas bunga yang lama terbengkalai tersebut mampu terjual s...