Kota Sukabumi Katanya Sudah Siap UN Dihapus

Kota Sukabumi – Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, masih melakukan kajian terkait penghapusan Ujian Nasional (UN) pada tahun 2021 yang disampaikan oleh Mendikbud, Nadiem Makarim. Meski begitu, Kota Sukabumi dipastikan siap mengikuti program tersebut.

”Insya Allah mau tidak mau harus siap, dan itu ada juklak juknisnya,” kata Kadisdik Kota Sukabumi, Dudi Fathul Djawad, saat ditemui dikantornya.

Penghapusan UN tersebut rencananya akan digantikan asesmen kompetisi minimum dan survei karakter. Dudi memastikan, Kota Sukabumi sanggup dalam mengikuti program penggajian UN tersebut. Terlebih sebagaimana disampaikan Nadiem Makarim, program tersebut digulirkan untuk menyederhanakan kesulitan disekolah.

”Pak menteri mengatakan, program tersebut digulirkan untuk menyederhanakan kesulitan-kesulitan yang ada disekolah. Jadi kalau untuk menyederhanakan pasti sanggup,” ujarnya.

Dudi mengungkapkan, ada beberapa poin yang terkait asesmen kompetisi minimum. Namun dia belum bisa menjelaskan lebih rinci, alasannya saat masih dalam tahap pengkajian lebih mendalam.

”Saya belum berani mempublikasikan, masih dikaji takutnya ada kesalahan antara ucapan Pak Menteri dengan tafsir kita,” ungkapnya.

Lebih jauh Dudi menuturkan, selain menyampaikan pengumuman bahwa UN hanya akan dilakukan sampai tahun 2020, dia juga menerima kabar bahwa untuk tahun 2020 ada perubahan dalam sistem zonasi.

”Disampaikan Pak Menteri, ujian nasional tahun 2020 yang terakhir, kemudian dalam PPDB sistem zonasi berubah menjadi 50 persen. Maksudnya 50 persen untuk wilayah dan 50 persen sisanya untuk aklamasi, prestasi dan lainnya,” pungkasnya. ***