Menantang Maut, Lintasan Kereta Api Lokasi Favorit Ngabuburit Warga Cibadak

Irfan Rifaudin
Reporter Sukabumi Utara

SAMBIL menunggu waktu berbuka puasa, banyak cara yang dilakukan orang untuk menantikan Adzan Magrib berkumandang. Ada yang orang lakukan berjalan-jalan, ada yang nongkrong, dan banyak lagi cara lainnya untuk ngabuburit.

Berbeda dengan yang lain pada umumnya, warga Desa Batununggal, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, berbondong bondong menuju rel Kereta Api (KA). Mereka, hanya nongkrong sambil menunggu waktu berbuka puasa tiba.

Kegiatan yang dilakukan warga tersebut, sudah menjadi tradisi. Karena lokasi rumah wsrga berfldekatan dengan rel.

Dari pantauan, warga mulai berdatangan sejak pukul 15.30 WIB di pinggir rel kereta. Tetapi saat kereta akan melewati jalur tersebut, warga bergegas menjauh dari rel. Bahkan, warga pun sudah mengetahui waktu-waktu saat kereta api akan melintas.

Diketahui pada sore hari hanya ada satu KA jurusan Sukabumi-Bogor yang melintas yakni sekitar pukul 16.00 WIB. Sementara, di lokasi tidak sedikit para pedagang yang berjualan dan banyak warga belanja untuk berbuka puasa. 

U Saepudin (55) warga Kampung Segog mengaku, tempat tersebut menjadi salah satu lokasi favorit ngabuburit bagi warga.  Lantaran, setiap sore pada bulan puasa, ada puluhan orang yang datang untuk menyaksikan kereta di lokasi ini.

“Sejak awal bulan puasa warga sudah banyak berdatangan dan menongkrong di rel KA ini bahkan dari sekitar pukul 15.30 WIB warga sudah memadati tempat ini. Dan ini sudah menjadi tradisi kami,” kata Saepudin.

Lanjut Saepudin, warga tidak khawatir meski ngabuburit di rel KA karena hampir seluruh warga sudah mengetahui jadwal KA melintas di wilayah tersebut. “Memang membahayakan kalau tidak tahu waktu melintas KA ini. Tapi kan kami warga di sini sudah tau kapan KA melintasnya dan kami juga selalu waspada,” tuturnya.

Sementara itu, warga lainnya, Mila (25) mengaku melihat melintasnya kereta sambil menunggu buka puasa menjadi sesuatu yang ditunggu, bahkan sejak kecil. “Ya, mungkin karena dari sejak kecil suka menghabiskan waktu sambil menunggu azan magrib dengan nongkong di rel KA sehingga sampai sekarang masih suka nongkrong apalagi banyak orang berdatangan,” singkatnya. (*)