Peristiwa Bentrokan Buruh-Polisi di Kabupaten Sukabumi, 13 Orang Terluka

Kabupaten Sukabumi – Aksi unjukrasa ratusan buruh CV Berkah Alam Saribumi (BAS) di Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, berunjung ricuh. Buruh dan aparat kepolisian dari Polres Sukabumi terlibat bentrokan.

Dalam kejadian itu 13 orang mengalami luka-luka, yakni tujuh orang dari kelompok buruh terkena gas air mata, satu diantaranya mengalami patah tulang pada lengannya karena terhimpit gelombang massa.

Sementara empat orang personil kepolisian juga mengalami luka akibat terkena lemparan batu. Dua korban lainnya adalah warga sekitar lokasi pabrik. Hingga menjelang malam, situasi di lokasi pabrik garmen milik CV BAS sudah mulai kondusif.

Meski demikian aparat kepolisian yang dibantu puluhan personil TNI dari Bataliyon Infantri 310 serta Yon Armed 13 masih tetap disiagakan di sekitar lokasi. “Situasinya sudah mulai kondusif,” kata Kapolres Sukabumi AKBP Nasriadi kepada awak media.

Dijelaskannya, bentrokan dipicu setelah ratusan buruh berusaha meringsek masuk ke dalam kawasan pabrik CV BAS. Namun upaya itu dihalau aparat kepolisian yang sudah melakukan penjagaan di depan pintu masuk pabrik sejak pagi hari.

Akibatnya kedua kubu berbeda profesi itu akhirnya terlibat aksi saling dorong. Situasi semakin tidak terkendali setelah kelompok buruh mulai melakukan pelemparan batu. “Empat orang personil kepolisian terluka terkena lemparan batu,” ujar Nasriadi.

Dalam situasi itulah, kepolisian melepaskan tembakan gas air mata tepat di antara kerumunan buruh. Akibatnya, tujuh orang buruh mengalami luka-luka. “Para buruh yang terluka sudah kami tangani, termasuk seorang buruh yang mengalami patah tulang akibat terhimpit,” jelas Nasriadi. (Ruslan Abdul Ghani)