Rutilahu di Tengah Sawah, Was-was Ketika Hujan Turun

Kabupaten Sukabumi – Upaya pemerintah dalam menuntaskan kemiskinan secara merata ternyata hanyalah isapan jempol semata. Pasalnya, warga miskin yang hidup dalam kesusahan di beberapa wilayah masih saja ditemukan.

Seperti rumah reyod di Kampung Sukamanah, RT 04/06, Desa Sukamanah, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi. Rumah yang dihuni Nenek Ipih (65) bersama dua cucu nya ini, dibilang tak layak.

Dengan kondisi rumah beratap bilik, dan terlihat agak sedikit miring. Seluruh bangunan berbahan kayu, bahkan ada bagian dibalut papan yang sudah lapuk dimakan usia.

Bahkan, tak jarang Nenek Ipih selalu dihantui rasa was-was saat hujan mengguyur wilayah tersebut. Namun,

Nenek Ipih kini tinggal menjanda, karena suaminya sudah meninggal sejak satu tahun lalu karena sakit yang dideritanya. Dirinya terpaksa tinggal di gubug itu, lantaran hanya itulah satu satunya yang dimiliki.

“Nenek terpaksa tinggal disini karena inilah satu-satunya rumah milik nenek. Mau ikut sama anak, nenek gak betah. Makanya nenek tetap bertahan di rumah ini dan mengurus cucu,” katanya.

Saat Masaginews.com berbincang, terkait kondiai rumah, dia mengaku bahwa sudah bosan dengan beberapa orang yang datang akan memperbaiki rumahnya. Bahkan, kata dia, rumahnya tersebut sudah berapa kali di foto untuk di rehab.

Dugi ka ayeuna teu aya wartosna, tos sabaraha kali di fotoan (Sampai sekarang tidak ada kabar beritanya, sudah berapa kali di foto),” ujarnya.

Dia berharap, pemerintah bisa peduli dengan kondisi rumah yang dimilikinya kini. “Abdi teu tiasa ngarehab bumi nyalira, da timana atuh, kangge emam oge sa aya-aya (Saya tidak bisa merehab rumah sendiri, mau darimana biayanya, buat makan juga seadanya,” tuturnya. (Red)