Sabar Sisir Wilayah Terlibat Aktivitas Riba di Sukabumi

Kota Sukabumi – Guna mewujudkan kawasan bebas riba, Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi melakukan sejumlah upaya, salah satunya mengatasi masyarakat yang sudah terlibat dengan aktivitas riba.

Wilayah di ke RW an 03, Kel/Kec Gunungpuyuh, Kota Sukabumi, ditunjuk dan segera menjadi pilot projek kawasan bebas riba.

Dewan pembina, satgas anti rentenir (Sabar), Muhammad Kusoy mengatakan, langkah yang akan dilaksanakan untuk mewujudkan kawasan bebas riba, yaitu mengatasi masyarakat yang sudah terlibat dengan aktivitas riba.

“Adapun langkah pertama yaitu mendata masyarakat yang terlibat riba dan kemudian akan diberikan penyuluhan sosialisasi hukum riba. Baik menurut hukum agama maupun ketentuan OJK. Selain itu yang terlibat akan diberikan bantuan hukum,” kata Kusoy kepada wartawan, Kamis (19/7/2019).

Kusoy menjelaskan, untuk saat ini Sabar sudah berhasil menemukan puluhan masyarakat yang terlibat riba di wilayah yang akan dijadikan pilot projek tersebut. Rencananya, temuan tersebut akan dikumpulkan dan dicarikan solusinya agar masalahnya bisa teratasi.

“Di wilayah RW 03, Kelurahan Gunungpuyuh kami berhasil menemukan 22 orang yang secara sukarela mendaftar dan terlibat pinjaman kepada rentenir,” jelasnya.

Kusoy mengungkapkan, masyarakat yang terlibat riba akan dicarikan solusi yang sudah disiapkan oleh Pemkot Sukabumi, yakni melalui program anti pinjam ke rentenir (Anyelir).

“Hal ini diperkuat dengan himbauan kementrian Koperasi untuk mencegah masyarakat terjerumus kepada rentenir yang berkedok koperasi,” pungkasnya. ***