Waduh, Daya Tampung TPSA Cikundul Satu Bulan Lagi ?

Kota Sukabumi – Usia daya tampung Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Cikindul hanya tinggal menyisakan waktu satu bulan lagi. Sehingga, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Sukabumi pun mempunyai PR besar untuk memperpanjang usianya.

Salah satu upaya yang dilakukan DLH setempat adalah dengan menekan jumlah sampah yang dihasilkan dari sumbernya. Yakni, masyarakat juga perusahaan yang ada di Kota Sukabumi.

“Betul TPSA Kita habis di bulan Desember tahun ini. Salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk menambah usianya dengan cara menekan jumlah sampah dari sumbernya,” ujar Kepala Bidang Pelayanan Kebersihan pada DLH Kota Sukabumi, Neng Rahmi, usai sosialisasi pengurangan sampah kepada pelaku usaha di Kota di salah satu hotel di Kota Sukabumi, Kamis (28/11/2019).

Rahmi mengatakan, setiap pelaku usaha di Kota Sukabumi harus ikut andil dalam pengurangan sampah yang dihasilkan. Caranya dengan memilah antara sampah organik dan anorganik.

“Pelaku usaha harus kooperatif. Hari ini kita lakukan kesepahaman dan membuat kerjasama dengan para pengusaha,” kata dia.

Sampah organik yang telah dipilah oleh perusahaan, lanjut Rahmi, akan diangkut oleh mobil dan motor sampah (Mosam) untuk dikirim ke peternak magot untuk di urai.

“Kita sudah bekerjasama dengan peternak magot dan menyediakan mobil khusus untuk sampah organik dari perusahaan,” ungkapnya.

Rahmi mengungkapkan, saat ini sampah yang dihasilkan oleh masyarakat dan perusahaan mencapai 171 ton perhari. dan didominasi oleh sampah organik sebanyak 63 persen. Jadi dengan cara pemilahan sampah antara organik dan anorganik akan memiliki dampak pada pengurangan jumlah sampah yang dihasilkan.

“Jumlah sampah organiknya lebih banyak. Januari 2020 ditargetkan sudah berjalan,” tuturnya.

Selain pengolahan sampah organik yang dikerjasamakan dengan peternak magot, rencananya pada tahun 2020 mendatang DLH Kota Sukabumi juga akan pembuat pusat pengolahan sampah organik.

“Tahun depan kita akan kelola pusat pengelolaan sampah organik menjadi pupuk kompos,” terang dia.

Lebih lanjut Rahmi berharap kepada masyarakat untuk lebih kooperatif dan menyadari akan pentingnya melakukan pemilahan sampah.

“Masyarakat juga harus sadar akan pentingnya pemilahan dan pengelolaan sampah,” pungkasnya. (Ricky)