Aparat Desa Cijalingan Geruduk Seorang Guru di Sukabumi, Kades : Ingin Klarifikasi Soal Postingan

SUKABUMI – Kepala Desa Cijalingan, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, Didin Jamaludin, membenarkan dalam video aparat desa memarahi guru di Sukabumi akibat jalan rusak pada pada Rabu (10/3/2021), adalah aparat desanya.

“Iya benar dalam video itu aparat desa kami. Tujuannya ingin mengklarifikasi soal postingan di Facebook Pak Eko,” ujar Didin saat di konfirmasi.

Pihaknya mengatakan, aparat desa berpendapat postingan itu tidak etis dan tidak elok diposting.

“Beliau adalah salah satu guru di SMP Negeri di Cicantayan. Mungkin menurut rekan-rekan perangkat desa, postingan itu tidak etis dan tidak elok untuk diposting, apalagi oleh seorang guru,” jelasnya.

Seharusnya, kata dia, pihak guru tersebut meminta maaf. “Bisa dengan cara meminta klarifikasi atau tabayyun. Ini kan tidak ada,” ujarnya.

Didin menuturkan, kedatangan aparat desa tersebut ingin mengklarifikasi dan menguatkan bahwa jalam rusak yang diposting Eko itu akan segera diperbaiki.

“Yang datang itu ingin mengklarifikasi dan ingin menguatkan bahwa jalan yang dimaksud akan diperbaiki. Adapun sempat terjadi perdebatan, saya yakin itu adalah spontanitas, tidak ada unsur niat atau kesengajaan,” katanya.

Sebelumnya, sempat viral di Media Sosial (Medsos) aparat desa memarahi seorang guru SMPN 1 Cijalingan, di Desa Cijalingan, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi. Diduga, gara-gara memposting jalan butut.

Aksi aparat desa tersebut terlihat dari sebuah video yang sempat viral di Media Sosial (Medsos) yang di unggah dengan durasi 4.29 menit.

Dalam video tersebut, sejumlah aparat desa tidak terima guru itu memposting jalan rusak disebut kubangan kerbau.

“Apa maksudnya itu?, ini di postingnya di facebook lagi bukan di status WA, facebook tu sedunia,” kata seorang pria berbaju kemeja putih sambil menunjuk guru tersebut.

“Kalau saya gak maksud apa-apa pak, kan saya gak nyebut desa,” jawab Guru yang diketahui bernama Eko.

Hingga berita ini di turunkan, belum ada penjelasan dari pihak sekolah. ***