Beredar Kabar Air Surut di Palabuhanratu, Ini Penjelasannya

Kabupaten Sukabumi – Baru-baru ini di facebook ramai diberitakan tentang surutnya air laut di dermaga Pelabuhan Perikanan Nusantara Pelabuhanratu (PPNP) Kabupaten Sukabumi. Pemberitaan tersebut membuat beberapa warganet berasumsi surutnya air tersebut merupakan indikasi adanya hal yang membahayakan.

Menyoal fenomena surutnya air laut tersebut, Petugas Kesyahbandaran Kantor UPP Kelas III Palabuhanratu, Dedi Cahyadi mengaku hal tersebut merupakan hal lumrah adanya. Bahkan pihaknya juga menjelaskan penyebab terjadinya hal tersebut kepada Masaginews.com.

“Secara ilmiah hal itu terjadi karena adanya gaya tarik menarik benda-benda langit dan gaya gravitasi dari matahari dan bulan. Biasanya itu faktor alam dan cuaca, kadang-kadang ada ekstrim. Kadang-kadang siklus dalam beberapa bulan, faktor angin juga bisa menjadi salah satu penyebabnya,” paparnya saat ditemui pada Selasa (20/08).

Selanjutnya ia juga mengatakan fenomena tersebut sudah lumrah terjadi setiap harinya dan tidak membahayakan bagi nelayan yang melaut. “Surutnya bisa pagi atau sore, susah diprediksi karena memang faktor alam. Dari posisi yang dangkal sekitar dua sampai tiga meter. Tapi saat ini masih aman, kalaupun tidak aman pastilah sudah ada peringatan dari BMKG,” lanjutnya.

Sementara itu salah seorang nelayan di dermaga Palabuhanratu, Darso (46) juga membenarkan bahwa hal tersebut sudah biasa terjadi. Bahkan dalam sehari air laut bisa pasang surut selama dua kali.

“Biasanya air surut di pagi hari sekira pukul 06.00 WIB dan sore sekira pukul 17.00 WIB atau 18.00 WIB. Tapi kami para nelayan memang sudah terbiasa jadi tidak merasa panik,” ungkapnya. (M. Rizal Jalaludin)