Blanko e-KTP di Sukabumi Langka, Bupati Duga ada Manipulasi

Kabupaten Sukabumi – Bupati Sukabumi Marwan Hamami menduga, langkanya blanko e-KTP di Dinas Kependudukan Kabupaten Sukabumi adanya orang-orang yang merusak sistem.

Selain itu, menurutnya berbagai kemungkinan lain bisa terjadi, seperti halnya apabila masyarakat yang membuat e-KTP kenal dengan orang Dinas atau Intansi terkait bisa dibuatkan dengan cepat tanpa diberikan Suket.

“Ada yang kenal dengan orang Dinas itu bisa jadi cepat. Ya peluang itu bisa terjadi karena kelangkaan blanko. Dan orang-orang yang mempunyai peluang itulah yang merusak sisem yang sudah kita bangun,” terang Marwan kepada Masaginews.com, Selasa (10/9).

Marwan berharap, apabila masyarakat menemukan hal itu dilapangan, untuk segera melaporkan ke Pemerintah Daerah dengan membawa bukti ril, sehingga tidak dianggap fitnah.

“Ya masyarakat tadi laporkan dengan pasti, jadi tidak fitnah, di PP no 30 Pegawai Negeri itu kalau ketahuan bisa di warning bahkan dipecat dari jabatannya. Kalau pegawai honor itu sulit karena tidak ada perjanjian, kecuali dipecat oleh intansi tersebut. Jadi masyarakat yang melaporkan harus dengan bukti,” ujarnya.

Selain itu, kata Marwan, kelangkaan blanko e-KTP di Kabupaten Sukabumi karena pasokan atau penyediaan blanko dari Pemerintah Pusat kurang. Menurutnya, hal itu terjadi karena Pemerintah Pusat tidak mengcover penduduk yang ada di seluruh Indonesia.

Bahkan, pihaknya juga mengharapkan pengadaan blanko e-KTP bisa dilakukan oleh Pemerintah Daerah agar masyarakat bisa langsung menerima e-KTP dalam bentuk blanko tidak dengan Surat Keterangan (Suket).

“Kendalanya hari ini tentunya bagaimana penyediaan pusat untuk seluruh Indonesia ini bisa tercover tidak. Kalau sulit kenapa tidak diserahkan ke tiap daerah, karena jumlah penduduknya tidak sama
sehingga berdampak hari ini bisa saja menjadi manipulatif dari pendataanya, bisa juga tidak merata,” ungkap Marwan. (M Rizal Jalaludin)