Bupati Marwan Sebut Gaji Guru Agama Dari Dua Sumber Keuangan

Kabupaten Sukabumi – Bupati Sukabumi, Marwan Hamami memberikan penjelasan menyoal honor guru Madrasah Diniyah ditunjang dari dua sumber keuangan.

Ia mencontohkan, Dede Setiawan (40), warga Kampung Pasirhonje RT 05/ 01, Desa Bojong Tipar, Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi yang hanya menerima gaji sebesar Rp100 ribu perbulan.

Padahal menurutnya yang bersangkutan seharusnya mendapat insentif dari Kementerian Agama yang dialokasikan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

“Jadi guru madrasah itu kan bisa di cek dari Kementrian Agama, nominal dari baznas berupa insentif. Zaman saya jadi Wakil Bupati dulu, insentifnya sebesar  Rp50 ribu sekarang naik jadi Rp100 ribu kan gitu,” ujarnya di Kantor Setda di Palabuhanratu beberapa waktu lalu.

Marwan juga menyebutkan, gaji pokok Madrasah Diniyah diterima dari hasil iuran bulanan orang tua siswa, karena pada dasarnya sekolah itu biasanya menggalang iuran. “Gaji pokoknya ya memang harusnya dari orang tua siswa, melalui iuran bulanan,” jelas orang nomor satu di Pemkab Sukabumi itu.

Sebelumnya diberitakan bahwa  Dede Setiawan (40) guru Madrasah Diniyah asal Jampang Tengah tersebut, hanya mendapat gaji Rp100 ribu setiap bulan yang digunakan untuk menafkahi kebutuhan keluarga beserta kedua anaknya yang masih belia.

“Gaji hanya Rp100 ribu saya gunakan untuk menafkahi istri dan kedua anak, saya masih merasakan cukup untuk kehidupan sehari – hari, harapannya ada bantuan dari pemerintah, terutama untuk renovasi rumah bilik yang saya huni,” pinta Dede.

Reporter: M. Rizal Jalaludin
Redaktur: Agung Sugiharto