Jarak dan Armada Jadi Kendala Angkutan Sampah di Palabuhanratu

M Rizal Jalaludin
Reporter Sukabumi Selatan

Kabupaten Sukabumi – Permasalahan sampah tidak ada habisnya khususnya di wilayah Palabuhanratu. Pasalnya setiap hari semua orang selalu membuang sampah ke tempat pembuangan sampah (TPS) sementara sehingga volume terus bertambah tak terkendali yang harus diangkut ke tempat pembuangan sampah akhir (TPA).

Dalam wilayah Kebersihan Palabuhanratu Dinas Lingkungan Hidup yang mencakup Kecamatan Palabuhanratu, Cikakak, Cisolok, Simpenan, Bantargadung, dan Kecamatan Cikidang hanya mampu mengangkut sampah sekitar 72 m3.

Dari jumlah tersebut diakui Koordinator Wilayah (korwil) Kebersihan Palabuhanratu Dedem Sumegar belum optimal karena sampah tidak terangkut semua. “Sedangkan volume sampah yang belum terangkut, tidak bisa terhitung jumlahnya karena beberapa jam setelah diangkut, sampah kembali menumpuk,” ujarnya.

Diakui Deden, jumlah armada  pengangkut sampah yang dioperasikan di wilayahnya tidak seimbang dengan volume sampah yang harus diangkut. Hanya 10 unit armada sampah, masing-masing berkapasitas muat sekitar 6m3 per armada. “Tiap unit armada hanya mampu dua rit ke TPA Cikembar, belum lagi jumlah personil yang terbatas,” ujarnya.

Deden menyebutkan, angkutan sampah tidak bisa optimal karena faktor jarak yang cukup jauh, seperti dari lokasi TPS ke TPA sejauh 49 km.
“Kendala ini yang membuat semua sampah terangkut secara optimal. Jika  kedepannya ada penambahan alat angkut sesui dengan kebutuhan yang sudah diusulkan dalam proposal pengajuan,” imbuhnya. (Ags)