Jembatan Gantung Cibodas, Jadi Bukti Peninggalan Belanda di Sukabumi

M Rizal Jalaludin
Reporter Sukabumi Selatan

Kabupaten Sukabumi – Setelah 350 tahun Indonesia dijajah Belanda, ternyata menyisakan berbagai peninggalan sejarah yang salah satunya berada di Kampung Cikurutug, Desa Cibodas, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi.

Adalah sebuah jembatan gantung yang disebut-sebut telah dibangun pada sekitar tahun 1930. Jembatan yang kini nampak tua dan rapuh tersebut memiliki panjang sekitar 50 meter dengan lebar 2,5 meter.

Saepul Hidayat (63), warga sekitar mengungkapkan pembangunan jembatan tersebut bersamaan dengan jembatan kuning atau jembatan Cimandiri di daerah Bagbagan. “Menurut cerita orangtua saya jembatan ini memang sudah ada sejak jaman penjajahan Belanda,” ujarnya.

Keterangan tersebut juga diperkuat oleh Junaedi (73), salah seorang warga yang mengaku pernah bekerja tak jauh dari jembatan tersebut. Ia bekerja pada orang Belanda yang mengelola perhutanan di sekitar jembatan, sehingga ia mengetahui sedikit tentang perawatan jembatan tersebut.

“Saat itu sekitar tahun 1966 saya bekerja sebagai kuli panggul hasil bumi. Jembatan itu sering digunakan sebagai perlintasan untuk mengangkut hasil bumi, tapi hanya kendaraan milik Belanda saja yang bisa melintasinya. Adapun warga yang melintas hanya berjalan kaki,” jelasnya kepada Masaginews.com.

Untuk mempertahankan kekuatan besi dan kayu jembatan tersebut, pihak Belanda selalu mengecat ulang secara berkala setiap tahunnya. Kayunya juga beberapa kali diganti dengan yang baru.

Namun hingga kini jembatan tersebut sudah tidak difungsikan lagi sejak pihak Belanda mengalami kebangkrutan sehingga tidak banyak aktivitas yang bisa dilakukan lagi.

Menurut pantauan Masaginews.com, kini terlihat kayu-kayu yang menjadi alas jembatan tersebut sudah mulai roboh dan tak layak dilalui. Sementara kondisi besi penyangganya masih terlihat kuat meski sedikit berkarat. (SF)