Jembatan Gantung Rusak Parah, Warga Kalibunder Tuntut Janji Pemkab Sukabumi

Kabupaten Sukabumi – Warga Desa Cimahpar, Kecamatan Kalibunder, Kabupaten Sukabumi, kembali harus mengusap dada. Pasalnya janji pemerintah daerah akan memperbaiki jembatan gantung di wilayah tersebut sejak tiga tahun lalu, tak kunjung terrealisasi.

Kini kondisi jembatan yang membentang diantara aliran Sungai Ciseureuh tersebut kondisinya kian memprihatinkan. Material bambu yang menjadi lantai pijakan jembatan, telah mengalami kerusakan sehingga sangat rawan untuk dilalui warga.

Akibat kondisi itu, Rabu pagi (3/4/2019), warga Desa Cimahpar kembali bergotong royong melakukan perbaikan pada kontruksi jembatan. Selama ini keberadaan jembatan gantung tersebut sangat vital dalam menunjang perekonomian warga.

Selain menjadi akses penghubung antara Desa Cimahpar, Kecamatan Kalibunder dengan Desa Bojongsari, Kecamatan Jampangkulon, jembatan ini juga menjadi andalan warga untuk mendongkrak potensi wisata sekitar.

Pasalnya keberadaan “Rawayan” ini berada di dalam kawasan obyek wisata Curug Banteng. “Pada tahun 2015 lalu saat menjelang pemilihan bupati, salah seorang tim sukses pak Marwan (Bupati Sukabumi) menyebtukan bahwa tahun 2016 jembatan ini segera dibangun. Namun hal itu gagal terwujud karena jembatan berada pada lintasan berstatus jalan desa,” ujar Rudi Ruskendar, salah seorang warga kepada Masaginews.com.

Dalam perjalanannya, jalan tersebut status telah ditingkatkan menjadi jalan kabupaten. Namun nyatanya hingga kini jembatan gantung tersebut tak kunjung dibangun atau diperbaiki. Selama ini infrastruktur penyeberangan tersebut telah berulangkali mengalami kerusakan.

“Warga inginnya sesuai yang dijanjikan awal, jembatan dibangun secara permanen. Kondisinya sudah parah, jadi harus di rehab total. Sebab material utama pada kontruksi jembatan ini berupa kawat dan besi, sudah tidak layak pakai lagi akibat mengalami patah dan sebagian besar terputus,” beber Rudi.

Sebelumnya Wakil Bupati Sukabumi Adjo Sardjono mengakui kerusakan infrastruktur di wilayahnya merupakan salah satu permasalahan utama yang terbilang sulit diatasi oleh pemerintah daerah.

Keterbatasan kemampuan keuangan daerah menjadi kendala utama dalam mengentaskan masalah jalan rusak. “Perlu diakui, masih banyak infrastruktur jalan di Kabupaten Sukabumi yang kondisinya rusak. Terutama lintasan yang ada di wilayah selatan. Seperti diantaranya Kecamatan Nyalindung dan Kecamatan Simpenan,” ungkap Adjo.