Kisah Haru Nelayan Cisolok yang Bertabrakan dengan Kapal Baruna Jaya

Kabupaten Sukabumi – Andi, satu dari tiga orang nelayan asal Sukabumi yang selamat dalam kecelakaan tabrakan perahu nelayan tradisional dengan Kapal Baruna Jaya di Perairan Sawarna, Sabtu (2/11/2019), mengaku kaget didepan tiba-tiba ada kapal besar.

Kepada Masaginews.com, Andi menuturkan, pada Sabtu kemarin sekitar jam 11.30, dirinya bersama Sumitra dan Isam berangkat dari bayah berlayar menggunakan perahu nelayan tradisional untuk mencari ikan dengan tujuan Ujunggenteng.

Dalam perjalanan disekitar perairan Sawarna, kata dia, perahu yang ditumpangi tiba-tiba bertabrakan dengan Kapal Baruna Jaya berukuran besar. “Tanpa diketahui datangnya, tiba-tiba perahu kami sudah berada dihadapan kapal itu, dan terjadilah tabrakan,” tutur nelayan warga Kampung Pasirrandu, Cisolok, Kabupaten Sukabumi ini.

Karena perahu yang ditumpanginya kecil dan bertabrakan dengan kapal yang berukuran besar, sehingga perahu yang ditumpanginya terguling. Sehingga, ketiga nelayan tenggelam. Beruntung, Andi dan Isam berhasil berenang dan menyelamatkan diri.

Sementara, kata dia, Sumitra belum ditemukan. Karena, kata dia, Amit panggilannya tidak bisa berenang. “Dalam keadaan panik saya juga berusaha mencari Amit, karena khawatir dan saya tahu dia tidak bisa berenang, namun hingga saya dan Isam dievakuasi oleh awak kapal Baruna Jaya, Amit belum ditemukan,” beber Andi.

Setelah terjadi tabrakan, kata dia, dirinya bersama Isam diberikan pertolongan pertama, sementara kru kapal masih berusaha mencari Sumitra. Namun, hingga malam rekannya itu belum ditemukan dan dia segera dibawa ke dermaga Palabuhanratu kemudian diangkut ke RSUD Palabuhanratu. “Saya hanya syok saja sedangkan Amit mengalami luka goresan di kepala dan punggungnya.

 

Tim SAR Lakukan Pencarian Terhadap Sumitra

Hingga Minggu (3/11/2019), pencarian terhadap Sumitra masih dilakukan oleh tim SAR gabungan, di perairan Sawarna Bayah. Se;ain itu, aparat terkait di perairan Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi pun ikut membantu mencari.

“Atas perintah pimpinan, kami melakukan pencarian hari ini, mulai pukul 08.30 WIB menggunakan dua unit kapal patroli Satpolair, masing-kapal ditumpangi dua personil,” kata anggota Satpolair Polres Sukabumi, Bripka Nurman.

Namun, karena melihat kondisi air laut, arusnya ke arah perairan Palabuhanratu, sehingga dirinya melakukan penyisiran dari Dermaga Palabuhanratu keliling ke perairan Cisolok dan ke tengah. Namun, hingga merapat ke dermaga, pencarian korban masih nihil.

“Kami menyisir disekitar teluk Palabuhanratu, hingga perbatasan perairan bayah, dan kami kembali ke dermaga Palabuhanratu, karena terjangan angin selatan sangat kencang,” imbuhnya. (Ricky)