Lestarikan Peninggalan Nenek Moyang, Warga Palabuhanratu Membuat Tepung Secara Tradisional

Kabupaten Sukabumi – Di zaman yang serba modern dengan berbagai teknologi canggih yang memudahkan masyarakat dalam kehidupan sehari-harinya, ternyata masih ada warga yang membuat tepung menggunakan alat tradisional yang disebut Keblek.

Sepintas keblek mungkin terlihat serupa dengan lesung. Hanya saja jika lesung terbuat dari kayu yang bentuknya memanjang, Keblek ini terbuat dari batu yang bentuknya kotak dengan lubang ditengah untuk menumbuk tepung. Tinggi Keblek ini sekitar 70 hingga 80cm.

Pipin (48), warga Kampung Babakansirna, Desa Cibodas, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi ini mengatakan bahwa Keblek yang dimilikinya merupakan peninggalan nenek moyangnya.

“Keblek ini sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda, sudah lebih dari 73 tahun. Meskipun mungkin zaman sekarang tidak banyak warga yang menggunakan Keblek karena cukup memakan waktu yang lama,” jelasnya kepada Masaginews.com.

Jika menggunakan mesin giling modern, waktu yang diperlukan untuk membuat tepung hanya sekitar 10 menit. Namun jika menggunakan Keblek perlu waktu sekitar satu jam agar tepungnya halus sempurna.

“Biasanya itu untuk takaran satu hingga dua liter beras. Cara penggunaan Keblek juga nyaris sama dengan Lesung, setelah beras direndam semalaman kemudian ditumbuk hingga halus,” imbuhnya. (M. Rizal Jalaludin)