Miris, Puluhan Siswa PAUD di Ciemas Belajar di Teras Rumah

Koleksi

Kabupaten Sukabumi – Keperihatinan masih menggelayut dunia pendidikan di Kabupaten Sukabumi. Kali ini menimpa puluhan siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Melati 7 di Kampung Kaum RT02/03 Desa Tamanjaya, Kecamatan Ciemas.

Mereka terpaksa harus belajar di area teras rumah milik salah seorang warga. Kondisi itu terjadi akibat minimnya ketersediaan fasilitas ruang belajar dan ruang bermain pada bangunan sekolah PAUD.

Berdasarkan pantauan, ruang belajar yang selama ini digunakan para siswa PAUD Melati 7 ini berupa bangunan kelas berukuran 3 x 2 meter. Luas ruangan tersebut tidak sebanding dengan jumlah siswa yang mencapai 32 orang anak.

Mirisnya, fasilitas sekolah ini berada di salah satu bangunan rumah milik warga yang secara sukarela dimanfaatkan untuk kegiatan PAUD. “Karena kapasitas ruang belajar sangat terbatas, siswa terpaksa belajar di teras rumah,” kata pegiat masyarakat Kecamatan Ciemas, Indra Gunawan.

Indra yang kini terdaftar sebagai caleg nomor urut 1 Dapil VI dari Partai Demokrat itu menyebutkan selama ini PAUD Melati masih belum memiliki fasilitas bangunan sendiri. Meski telah mendapatkan lahan dari hasil hibah warga, namun pihak pengelola belum bisa membangun gedung sekolah akibat kemampuan keuangan yang minim.

“Bagi saya hal ini sangat memprihatinkan. Apalagi PAUD Melati tersebut berada di jalur utama menuju obyek wisata terbesar yakni Geopark Ciletuh. Selama ini pemerintah hanya fokus pada infrastruktur menuju kawasan tersebut, sementara sektor pendidikan yang ada di sekitarnya sama sekali tidak diperhatikan,” tandas Indra.

Diakuinya, permasalahan yang dihadapi siswa PAUD tersebut sempat mendapat respon dari Wakil Bupati Sukabumi Adjo Sardjono. Hal itu terjadi setelah ia memposting sejumlah foto kegiatan belajar siswa PAUD di teras rumah melalui media sosial Facebook.

“Walaupun pak wabup telah menanyakan lokasinya saat merespon postingan, namun ini belum bisa menjamin perhatian pemda. Kita liat sejauh mana respon kepala daerah atas permasalahan tersebut,” tandas mantan tim kampanye Marwan Hamami-Adjo Sardjono ini. (*)