Pelayanan Terminal Tak Maksimal, Angkot di Cicurug masih Dipungut Retribusi

Kabupaten Sukabumi – Sejumlah sopir angkutan umum/kota (Angkot) mengeluhkan dengan masih dipungutnya biaya retribusi. Padahal, keberadaan terminal yang ada di Cicurug, Kabupaten Sukabumi hingga kini belum berfungsi.

Aliansi Pengemudi Sopir Angkutan Umum 09 EK (46) mengatakan, selama ini para pengemudi angkot dibebankan untuk membayar retribusi sesuai aturan, namun pelayanan terminalnya hingga kini belum ada.

“Saya berharap, terminal Cicurug segera diselesaikan, karena itu sarana transportasi bagi masyarakat yang hendak bepergian,” ungkap EK kepada Masaginews.com Kamis (7/11/19).

Saat ini, pungutan untuk retribusi tersebut sudah berjalan puluhan tahun. “Hari ini masih dipungut, ini ada buktinya, cuma petugas yang disimpang Cidahu sekarang pindah ke station Cicurug, kalau seperti ini terus, kami dari jajaran pengemudi angkutan umum 09 kedepannya tidak akan membayar retribusi lagi sebelum terminal Cicurug selesai,” ungkapnya.

Sementara, terminal sementara di belakang Pasar Semi Modern Cicurug, tak pernah disosialisasikan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sukabumi. “Setahu saya di pasar semi modern Cicurug itu hanya untuk trayek 32 (Cicurug – Cidahu), lagian kondisi pasarnya juga seperti itu mana mungkin bisa menampung angkutan umum sebanyak ini, sedangkan jumlah angkutan umum 09 dan 32 saja jumlahnya cukup banyak,” cetusnya.

Sementara, terkait masalah tersebut Kepala Kadishub Kabupaten Sukabumi, Lukman Sudrajat mengatakan, bahwa pungutan untuk retribusi angkot tersebut sudah diberhentikan sejak sepekan lalu. Bahkan, kata dia, jika ada anggota dishub masih melakukan pemungutan retribusi angkutan umum, dirinya akan menindak tegas, karena pelayanan terminalnya yang kurang maksimal.

“Pungutan tersebut sudah diberhentikan satu Minggu yang lalu, bila masih ada yang melakukan silahkan laporkan nanti akan ditindak tegas, karena pelayanan terminal dipasar Cicurug belum optimal karena masih tertutup oleh pedagang,” ungkap Lukman.

Namun, pernyataan Kadishub tersebut tak sesuai dengan apa yang terjadi dilapangahn. Buktinya, sejumlah petugas yang memakai seragam lengkap Dishub masih melakukan pungutan terhadap sejumlah angkot, termasuk jurusan 09.

Berdasarkan pantauan, seperti di Jalan Raya Siliwangi Cicurug, dan didepan station kereta api Cicurug, sejumlah petugas dishub masih melakukan pungutan. Bahkan, pungutan tersebut disertai karcis dan dibanderol dengan Rp 1.500.

Salah seorang petugas dishub yang memungut retribusi mengaku, bahwa dirinya masih melakukan pungutan berdasarkan perintah. Bahkan, sampai saat ini masih berlangsung dan tidak ada perintah untuk tidak memungut.

“Kita hanya disuruh oleh pimpinan, karena terminal benda nya belum beres, makanya disuruh disini dulu, bahkan ini sudah berjalan puluhan tahun,” ungkap petugas dishub yang melakukan pungutan. (Ricky)