Polres Sukabumi Gelar Pengobatan Gratis di Depan Pasar Palabuhanratu

Kabupaten Sukabumi – Ratusan warga Sukabumi berbondong bondong mendatangi Pasar Semi Modern Palabuhanratu. Rabu (18/9). Namun, kedatangan mereka bukan untuk berbelanja, melainkan memeriksakan kesehatannya.

Karena, Polres Sukabumi tengah menyelenggarakan pengobatan gratis dalam rangka Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke 64. Tepat di depan Pasar, sebuah tenda disiapkan untuk menampung warga yang akan memeriksakan kesehatannya.

Kepala unit Registrasi dan Identifikasi (Kanit Reg Ident) Polres Sukabumi, Iptu Arta Dwikusuma membenarkan kegiatan pengobatan gratis dilakukan dalam rangka Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke 64. Pengobatan tersebut dilakukan cuma-cuma dan diikuti oleh semua kalangan di Kabupaten Sukabumi.

“Syarat ikut pengobatan ini mereka cukup daftarkan namanya saja, lalu nanti dipanggil oleh dokter dan ungkapkan apa yang mereka rasakan untuk nantinya diberikan obat yang telah disediakan,” tuturnya.

Dia mengaku, masyarakat sangat simpatik dengan adanya pengobatan gratis tersebut. Rata-rata yang datang merasakan flu dan hypertensi.

“Kegiatan dilakukan satu hari ini aja, karena banyak item-item lain yang juga membantu kepentingan masyarakat lainnya,” imbuhnya.

Seperti salah seorang warga yang sengaja datang ke pengobatan gratis untuk memeriksakan kesehatannya. Maryam alias Iyam (65) warga Kampung Rancabungur RT 02/04 Kelurahan/Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, terlihat semringah ketika mendengar ada pengobatan gratis yang dilaksanakan oleh Polres Sukabumi.

Pagi itu, dirinya mendengar kabar bahwa ada pengobatan pengobatan gratis di depan pasar. Iyam yang mengalami pegal dibagian kaki dan tangan, sakit tenggorokan dan batuk terlihat antusias dan segera bergegas berangkat ke tempat pengobatan gratis.

Iyam mengaku, hampir sudah lima bulan penyakit yang dideritanya tak kunjung sembuh. Bahkan, sudah beberapa kali melakukan pengobatan ke Puskesmas namun masih belum merasakan efek dari obat yang pernah dikonsumsinya.

“Saya sakit pegal di bagian kaki dan tangan. Kalau jalan suka merasa sakit, tenggorokan sakit dan batuk,” kata dia.

Untuk sampai ke lokasi pengobatan, dirinya harus menumpang angkutan umum, oarena lokasi cukup jauh. Didampingi sang anak, karena Iyam yang tak mampu berjalan jauh. (M Rizal Jalaludin)