Potret Kemiskinan Sukabumi, Bah Oji Tinggal di Gubuk Reot Sekitar Kuburan

Irfan Rifaudin
Reporter Sukabumi Utara

Kabupaten Sukabumi – Mengentaskan kemiskinan di Kabupaten Sukabumi menjadi beban dan tugas berat pemerintahan yang dipimpin Marwan Hamami dan Adjo Sardjono. Bahkan ironisnya kata kemiskinan selalu dijual oleh politisi untuk meraup simpati bukan malah mencari solusi dalam pengentasannya.

Alhasil, masih bisa ditemui rakyat di kabupaten terluas di Pulau Jawa dan Bali ini yang kondisi kehidupannya masih “mengenaskan”. Salah satunya dialami Bah Oji (77) bersama istrinya Adawiyah (74) yang tinggal di rutilahu nyaris roboh di sekitar pemakaman umum.

Warga Kampung Tangkil RT  004/001, Desa Tangkil, Kecamatan Cidahu ini setiap harinya tidur di rumah tersebut dan ketika hujan dan angin kencang abah dan istrinya harus mengungsi di saung atau gubug bambu karena khawatir ambruk.

Pasangan lansia ini pun pendapatannya tidak lebih dari Rp20 ribu setiap harinya dari mengurus makam, hingga menjual lalapan atau sayuran yang ada, bahkan bisa saja tidak ada pemasukan sama sekali.

Bah Oji yang usianya sudah semakin meredup ini seharusnya menikmati hari tuanya bersama anak dan menimang cucunya, tetapi akibat kemiskinan yang menderanya lansia ini harus tetap membanting tulang semata untuk menyambung nyawa.

1
2