Tewas Hanyut di Sungai, Iman Ternyata Memiliki Gangguan Mental

Kabupaten Sukabumi – Korban yang tewas akibat hanyut di Sungai Cibareno (sebelumnya ditulis Ciastana-red) pada Minggu sore, Iman (18) ternyata diketahui memiliki gangguan mental. Hal ini bermula saat usia lima bulan, Iman sempat mengalami demam tinggi hingga step yang mengakibatkan saraf otaknya terganggu.

Namun disamping itu, anak kedua dari tiga bersaudara pasangan Lia (42) dan almarhum Jamaludin ini dikenal sebagai sosok yang sopan dan religius. Sehari-harinya Iman selalu rajin beribadah dan bergaul di lingkungan masjid.

“Anaknya baik, dia tidak pernah melawan dan selalu menghormati orangtua. Sering bergaul di masjid, ikut shalat lima waktu, bahkan kerap sholawatan dan adzan di masjid,” jelas Lia, ibu kandung Iman.

Ia tidak menyangka kejadian ini akan menimpa anaknya. Sebab sebelumnya Iman tak pernah pergi jauh-jauh dari rumah dan pergi ke masjid saja. Baru-baru ini saja ia dan rekannya bermain dan berenang di sungai.

Sebelumnya diberitakan, warga Kampung Pasir Randu RT 01 RW 08, Desa Pasir Baru, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi ini ditemukan tewas hanyut di sungai Cibareno pada Minggu siang sekira pukul 11.00 WIB.

Evakuasi jasad Iman oleh tim SAR yang dibantu warga sekitar juga sempat menggegerkan warga setempat. Iman yang semula berenang bersama temannya Jalal (12), diduga tidak bisa berenang hingga terhanyut arus sungai. Sementara temannya berhasil menyelamatkan diri.

Reporter: M. Rizal Jalaludin
Redaktur: Ari Wahyuni