Tragedi Kecelakaan di Tanjakan Cisarakan Sisakan Cerita Horor

Kabupaten Sukabumi – Untuk para wisatawan dari arah Bogor pastilah sudah tidak asing dengan tanjakan Cisarakan. Jalur yang terletak diantara Desa Citepus dan Buniwangi, Kecamatan Palabuhanratu ini merupakan jalan alternatif yang sering dilewati menuju area wisata di Palabuhanratu.

Kondisi jalan menanjak yang cukup panjang dan sempit terlihat agak menegangkan apalagi di pinggir jalan tersebut terdapat jurang dan tebing yang curam. Selain itu beberapa pohon besar dan tinggi menjulang juga tumbuh di sisi jalan tersebut.

Selain kondisi jalan yang menanjak dan berkelok-kelok, minimnya lampu penerangan juga menjadi salah satu faktor yang membahayakan bagi para pengendara terutama yang melintas di malam hari.

Dengan kondisi jalan demikian, tak ayal jika setiap tahunnya selalu ada peristiwa kecelakaan hingga memakan korban jiwa. Hal ini umumnya dipicu karena kendaraan yang sulit dikendalikan pengemudi lantaran tak kuat melewati jalan yang menanjak.

Cacih (48), warga setempat mengiyakan jika setiap tahunnya jalur tersebut memang sering terjadi kecelakaan hingga memakan korban jiwa. Terlebih sebelum jalannya diperbaiki seperti saat ini. Ia juga mengaku kerap mendengar cerita-cerita mistis dari para pengendara yang melintasi jalur tersebut dan nyaris kecelakaan.

“Dulu saat saya masih anak-anak memang ada sebuah mobil yang tidak kuat menanjak. Lalu saat penumpangnya turun dari mobil mereka mengaku melihat ada karung yang melompat-lompat. Itu terjadi saat kondisi jalannya masih rusak, sebelum dibetulkan seperti sekarang,” jelasnya kepada Masaginews.com.

Selain itu ia juga pernah mendengar cerita tentang penampakan makhluk misterius lainnya seperti ular yang panjangnya tak berujung dan remaja yang berjalan tanpa kepala. Menurut cerita yang beredar, penampakan remaja tanpa kepala tersebut masih berkaitan dengan tragedi kematian remaja di sekitar tanjakan Cisarakan itu.

“Dulu pernah ada lima orang remaja yang makan bersama di sekitar sungai yang ada di bawah jurang tanjakan Cisarakan. Namun saat itu ada pohon yang tumbang menimpa mereka hingga dua diantaranya meninggal dan satu orang mengalami pecah di bagian kepala,” tandasnya. (M. Rizal Jalaludin)