Wah, Harga Bakso di Pameran HUT Sukabumi Capai Rp70 Ribu per Porsi

Kabupaten Sukabumi – Pameran Pekan Raya di Hari Jadi Kabupaten Sukabumi ke 149 di Lapang Cangehgar, sempat dibuat viral di media sosial (Medsos).

Namun, bukan karena pameran, tapi viral dengan harga bakso di salah satu stand membuat pelanggan komplain akibat harga yang selangit.

Warganet beramai-ramai memposting Bakso Klenger 93. Netizen komplain masalah harga, karena harga tidak tercantum dalam menu pesanan, sehingga saat mereka membayar kaget ketika mendengar harga fantastik yang dikeluarkan oleh penjual.

Seperti salah seorang pembeli Okta (24) mengaku kaget ketika mendengar harga bakso di acara rakyat mencapai Rp70 ribu satu porsi.

“Pernah ngebakso itu harga nya sampai Rp70 ribu. Itu tahu harganya pas mau bayar, di menu gak ada harganya, gak nanya dulu kirain aja harganya Rp25 ribu sampai Rp30 ribu,” ungkapnya.

Dirinya tidak memberanikan diri untuk komplain harga ke penjual, ia mengaku tidak mau berlarut dengan masalah harga. “Mau komplain tapi gimana ya, mungkin menurutnya sesuai,” kata dia.

Sementara itu, sang penjual bakso Klenger 93, Rian mengaku dirinya sengaja membanderol harga bakso klenger yang dijualnya dengan harga Rp70 ribu. Hal itu, dirinya beralasan lantaran sewa stand tempat jualan cukup mahal.

“Bayar tempat aja mahal, satu stand itu Rp3,5 juta, sedangkan kami ambil enam stand jadi Rp21 juta, untuk sembilan hari,” ucap Rian kepada Masaginews.com.

Rian mengungkapkan, apabila dirinya menjual harga seperti pedagang kaki lima pada umumnya bisa menuai kerugian, bahkan bisa sampai menjual tempat di kampungnya untuk mengganti modal sewa tempat.

“Kalau kita jual standar seperti kaki lima kita mau dapat apa, yang ada nanti jual tanah jual sawah di kampung. Kita sering ikut event, kalau di Bekasi gak ada komplain soalnya yang lebih mahal dari ini banyak,” ujarnya.

Rian juga mengatakan, pembeli yang komplain karena tidak dipangpangnya harga di menu pesanan, sehingga banyak para pembeli yang merasa tertipu oleh harga yang dibanderolnya. Untuk mengantisipasi kejadian serupa Rian melakukan pemasangan harga di menu pesanan.

“Pembeli sempat komplain karena di menu tidak dicantumkan harga, sekarang kami melakukan antisipasi untuk memasang harga di menu. Kami tidak ada maksud tipu menipu atau nembak harga, yang nanya dan gak nanya harganya sama segitu. Kami gak masalah di komplain, karena yang masalah itu bukan baksonya tapi tempatnya,” tandasnya. (M Rizal Jalaludin)