Warga Pertanyakan Kepemilikan Lahan Dampak Pembangunan Jalur Ganda KA

Kabupaten Sukabumi – Warga Kampung Babakan, RT 12/03, Desa Babakanjaya, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi pertanyakan status tanah yang akan digunakan proyek Pembangunan Jalur Ganda Kereta Api.

Ketua Yayasan An Nazwa, Ujang Badrusalam, mempertanyakan terkait status tanah yang sudah di bangun untuk sarana pendidikan yang lokasinya di dekat di dekat Rel Kereta Api yang berda di Jalan Habib, Gg Nusantara, RT 12/03, Ds Babakanjaya.

“Saya waktu itu sudah membeli tanah dari warga, bahkan sudah disertifikatkan, waktu itu saya mendatangkan BPN dari Provinsi, karena tanah di yayasan itu harus di sertifikatkan,” tanya U. Badrusalam saat tanya jawab Sosialisasi pembangunan Jalur Ganda kereta api di Aula Kantor Desa Pondokkaso Landeuh.

Jika nanti ada pengukuran oleh pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) ternyata tanah tersebut masuk ke PT KAI, kata dia, bagaimana solusinya. Pasalnya, tanah tersebut sudah dibeli, bahkan sudah disertifikatkan.

“Kalau memang terjadi seperti itu, dan itu kelalaian siapa, seharusnya BPN ketika mereka mengukur tanah harus menghadirkan dari berbagai pihak terutama dari PT KAI,” ujarnya.

Sementara itu, Tim Balai Perkeretaapian Jawa Barat, Joko Sudarso menjelaskan, pihaknya hatus mengetahui yang terdampak lebih spesifik. Selain itu, pihaknya juga harus mengetahui dimana lokasinya.

“Kita harus tahu dulu, itu di Kilometer berapa, sehingga kita bisa buka peta kita, jika lahan tersebut terkena dampak, tetap saja tanah tersebut akan dikenakan penertiban,” jelasnya.

Namun, apabila bangunan tersebut diluar tanah milik kereta api, tetapi terkena dampak, kata dia, tentunya penilaiannya berbeda dengan penertiban. Karena penertiban itu bentuknya santunan, tetapi jika pembebasan lahan warga akan disesuaikan dengan harga pasar.

Kegiatan sosialisasi yang dihadiri oleh Muspika Parungkuda, Kepala Desa dan puluhan Warga dari 3 Desa di Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, yaitu Desa Babakanjaya, Desa Pondokkaso Landeuh dan Desa Kompa, membahas pembangunan Jalur Ganda Kereta Api, antar Bogor – Sukabumi, Lintas Bogor – Yogyakarta, diantaranya segmen Maseng – Ciomas – Batu Tulis – Paledang dan segmen Cicurug – Parungkuda – Cibadak – Karang Tengah – PD Leungsir – Cisaat – Sukabumi. (Herwanto)