Jumat, Agustus 17, 2018
Home > Kemilau Sukabumi > Tenun, Tradisi Leluhur Identitas Urang Baduy Yang Lestari

Tenun, Tradisi Leluhur Identitas Urang Baduy Yang Lestari

Masaginews.com – Tenun merupakan teknik dalam pembuatan kain yang dibuat dengan prinsip yang sederhana, yaitu dengan menggabungkan benang secara memanjang dan melintang. Kain tenun biasanya terbuat dari serat kayu, kapas, sutra, dan lainnya.

Hampir semua suku bangsa di nusantara (Indonesia) memiliki tradisi menenun termasuk masyarakat sunda yang mendiami kawasan gunung kendeng, Kabupaten Lebak,  Provinsi Banten. Masyarakat ini dikenal dengan sebutan masyarakat Baduy atau ada juga yang menyebutnya Urang Kanekes.

Keterbukaan masyarakat baduy, khususnya masyarakat baduy luar terhadap para pendatang tidak serta merta mengaburkan nilai-nilai leluhur yang telah mereka jaga selama ini. Menenun masih menjadi keahlian yang wajib dimiliki wanita baduy sebagai simbol kedewasaan dan ketaatan, tak heran disetiap bagian depan rumah masyarakat baduy selalu tersedia alat tenun atau raraga.

Arsinah, warga Cicakal Baduy luar menceritakan, proses menenun hanya dilakukan para wanita pada siang hari setelah selsai mengerjakan pekerjaan rumah lainnya. Untuk membuat selembar kain sarung atau aros sebentarnya menghabiskan waktu dua minggu.

Dengan bahasa sundanya yang khas Arsinah mengatakan sedikitnya ia menguasai 7 motif tenun khas baduy yang ia pelajari sejak masih gadis dari ibunya.”Aya aros, bodasan, adu mancung, kembang gedang, songket, poleng, capit hurang jeung loba deui,” tuturnya.

Selain motif yang ia kuasai sebenarnya masih ada banyak motif lain yang dimiliki oleh masyarakat baduy. Sebab tenun Baduy juga dipercaya mengandung fungsi dan makna-makna simbolis yang berhubungan dengan tradisi dan kepercayaan masyarakat baduy. Bagi mereka, tenun selain berfungsi untuk memenuhi kebutuhan sandang, juga memiliki fungsi sebagai identitas, khusunya terhadap nilai-nilai adat yang juga melambangkan eksistensi mereka, kesederhanaan dan simbol penyatuan diri dengan alam. (*)

REKOMENDASI:

Investor Lokal Lirik Bangun Losmen Syariah di Kota Sukabumi Masaginews.com - Tidak lama lagi Kota Sukabumi akan memiliki Losmen Syariah yang dibangun salah satu investor lokal. Meski tidak menjelaskan seperti apa konsep losmen syariah dan kapan akan mulai dibangun, Dinas Penan...
Hotel Selabintana Tempat Napak Tilas Keturunan Meneer Belanda Masaginews.com - Bagi masyarakat Sukabumi mungkin tak semuanya tahu bahwa Hotel Selabintana yang berada di Kecamatan/Kabupaten Sukabumi tak hanya sebagai tempat rekreasi alam saja. Tetapi tepat berada di lokasi hotel ...
AKHIR TAHUN DI GEOPARK CILETUH, ADA FESTIVAL BUDAYA RAKYAT Masaginews.com - Ingin menutup tahun ini dengan sajian budaya dan keindahan alam, anda bisa menikmatinya di Geopark Ciletuh Palabuhanratu tepatnya di Kampung Panenjoan, Desa Tamanjaya, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabum...
Kuliner Ayam Gebuk Mas Bagio, Rasanya Menggebuk di Lidah Masaginews.com - Makan ayam goreng mungkin sudah lazim bagi warga Sukabumi, apalagi saat ini kuliner berbahan baku ayam mulai dari yang digoreng, dibakar, hingga diinovasi beraneka ragam mudah ditemukan di kota mochi ini...
RAMALAN NOSTRADAMUS DI TAHUN 2018, APA SAJA ? Masaginews.com - Banyak orang dari berbagai belahan Bumi mencoba untuk melihat masa depan dunia melalui cara yang berbeda. Salah satunya dengan membaca sebuah ramalan. Meski dalam Islam, mempercayai ramalan adalah hal ya...