Kisah Haru Pelda Asep Ru’yat, dari Kemandirian jadi Seorang Prajurit TNI

KISAH haru warnai perjalanan karir Asep Ru’yat sebelum menjadi Prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Perjuangan yang senantiasa diliputi rasa haru kerap dia rasakan. Sebuah perjalanan hidup jadi cermin bagi masa depannya.

Sejak kecil, Asep tinggal dan besar dengan kakek neneknya. Sejak masuk Sekolah Dasar (SD), ia sudah belajar hidup mandiri dan kerap membantu kakek neneknya.

Setiap manusia, pasti memiliki cita-cita, sama halnya Asep. Sejak kecil, Asep ingin sekali menjadi prajurit. Bahkan, demi mendukung cita-citanya, hampir setiap pagi berangkat ke sekolah dia berolah raga.

“Setiap pagi saya olah raga dengan berjalan kaki dari baros ke Pasar Pelita Sukabumi untuk berjualan kantong ‘keresek“, sore hari pulang juga jalan kaki,” kata Asep mengenang masa kecilnya.

Hasil dagangnya, dia tabungkan untuk membeli alat tulis dan perlengkapan sekolah.

“Rupanya, kemandirian saya berbuah doa dari nenek tercinta, Alhamdulillah sekolah berjalan lancar dan bisa melakukan aktivitas harian tanpa hambatan,” ujarnya saat ditemui masaginews.com di Markas Koramil Cicurug Kabupaten Sukabumi. (4/9/2019).

Tidak di situ, rutinitas jalan kaki pun terus ia lakukan saat masuk SMP. Namun, saat masuk sekolah tingkat pertama, dia tidak berjualan keresek, melainkan berjualan es dan gorengan dengan cara keliling.

“Badan sehat, penghasilan dapat, tabungan pun berlipat,” ungkapnya bersemangat.

Dari tabungannya hasil dan jualan selama di sekolah, dia bisa melanjutkan ke SMA tanpa meminta bantuan biaya kakeknya.

“Di SMA, saya mulai mendalami ilmu agama dibimbing paman yang lulusan pesantren dan pendiri Madrasah Diniyah (MD)” beber Pembantu Letnan Dua ini.

Berbekal ilmu yang diajarkan sang paman, kemudian dia dipercaya menjadi Guru MD Gunungkarang. “Pagi sekolah dan sorenya ngajar anak-anak MD. Cape sih, tapi justru hal ini yang membuat saya senang hati bisa berbagi ilmu dan bisa menghargai waktu untuk mendisiplinkan diri,” tutur ayah dua anak ini.

Tahun 1990, Asep daftar Calon Tamtama (Catam) melalui pendaftaran di Resimen Induk Kodam (Rindam) Siliwangi, dan hasilnya Asep dinyatakan lulus, setelah selesai pendidikan dasar dan kecabangan di Pangalengan Bandung.

Pada tugas pertama, Asep ditugaskan sebagai prajurit di Batalyon 315 Garuda di Gunungbatu Bogor, selama tujuh tahun. Setelah itu, dia bertugas di Batalyon 310 Kidang Kancana Cikembar Sukabumi.

Setahun berikutnya, Asep mendapat tugas jadi Ajudan Danrem 061/ Surya Kencana Bogor. Masih di Korem setempat, prajurit kelahiran 1971 ini menjadi Staf Teritorial selama 2 tahun.

Usai tugas di Korem, Asep pun dipercaya dan dipindah tugaskan ke Kodim 0607 Sukabumi, hingga sekarang. Saat ini, dengan pangkat Pelda, Asep kini menjadi Bintara Pembina Desa (Babinsa) Desa Pasawahan, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi. (Herwanto)